Kandidat Menteri Pengganti Edhy: Sandi, Susi, Arif Satria, hingga Eks Dirjen KKP

Publik kini bertanya-tanya siapa yang akan ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Menteri KP pengganti Edhy Prabowo. Sejumlah nama pun sudah muncul ke permukaan sebagai kandidat Menteri KP pengganti Edhy Prabowo.
Kandidat-kandidat yang muncul ada yang dari Partai Gerindra, Edhy Prabowo merupakan representasi partai yang dipimpin Prabowo tersebut di Kabinet. Ada pula dari kalangan profesional. Sebab, muncul dorongan agar menteri KP selanjutnya sebaiknya nonpartai menyusul kasus dugaan suap yang disebut melibatkan sejumlah kader Gerindra.
Lalu siapa saja kandidat Menteri KP yang muncul?
Kader Gerindra
Sejumlah pengamat memprediksi ada kemungkinan Jokowi akan tetap memberikan kursi Menteri KP pengganti Edhy Prabowo ke Gerindra. Sebab, Menteri KP merupakan 'jatah' yang diberikan ke Gerindra karena telah masuk koalisi pemerintahan Jokowi.
Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari memprediksi ada lima elite Gerindra yang berpeluang menggantikan posisi Edhy Prabowo. Mereka adalah Sandiaga Uno, Fadli Zon, Sugiono, Sufmi Dasco Ahmad dan Ahmad Muzani. Namun, Qodari menilai yang paling potensial adalah Sandiaga Uno dan Fadli Zon.
Mengapa demikian? Untuk Sandiaga, Qodari menilai secara kapabilitas memenuhi. Pun dari aspek rekonsiliasi politik.
“Kemungkinan Sandiaga Uno untuk menjadi menteri, sangat menarik karena apa? Karena Sandiaga Uno itu calon wakil Presiden dari Prabowo. Jadi kalau dia masuk wah komplit ini rekonsiliasi politik. Dan di sisi yang lain dengan masuknya Sandiaga Uno maka harusnya peluang kinerja yang lebih bagus juga akan terjadi,” kata Qodari, Jumat (27/11).
Selain itu, Qodari yakin Sandiaga tak akan mengulangi perbuatan Edhy Prabowo yaitu menerima suap.
“Saya haqul yakin sih tidak sampai korupsi. Apa lagi buat beli barang-barang mewah, karena Sandiaga Uno sudah amat sangat kaya, dia tidak perlu korupsi untuk bisa beli barang-barang mewah yang dibeli Edhy Prabowo dan istrinya di Hawai itu,” terangnya.
Sementara itu peluang Fadli Zon juga cukup besar karena selama ini sering mengkritik pemerintah. Dengan banyaknya kritik yang dilontarkan bisa jadi kinerjanya bisa lebih bagus dari menteri-menteri lain.
“Selama beliau di posisi legislatif banyak dan sering sekali melakukan kritik-kritik. Nah, bisa tidak kinerjanya nanti lebih bagus dari pada kritik-kritik yang ia berikan, bahkan lebih bagus dari menteri-menteri yang lain.” kata dia.
Kalangan profesional
Namun, tak sedikit pihak yang mendorong agar Menteri KP pengganti Edhy Prabowo berasal dari kalangan profesional, bukan partai. Mereka menilai diperlukan profesional agar benar-benar berorientasi memajukan sektor kelautan dan perikanan, bukan memperkaya diri atau partainya.
Hanya beberapa jam setelah Edhy Prabowo jadi tersangka, nama Susi Pudjiastuti langsung menjadi bahasan netizen. Banyak yang menginginkan ia kembali menjadi Menteri KP. Tagar #bringsusiback pun menjadi trending topic.
Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, menilai Susi Pudjiastuti memang punya kapabilitas menjadi menteri pengganti Edhy Prabowo. Tapi, agar KKP makin mumpuni, diperlukan ahli pengembangan sektor kelautan di sekitar Susi.
"Ibu Susi bagus cuma dengan syarat beliau dibantu oleh orang-orang yang memang punya ilmu tentang pengelolaan dan pengembangan potensi laut kita. Dan beliau mau mendengarkan dan melaksanakan saran-saran tersebut bila memang baik dan benar," kata Anwar.
"Kalau dua sisi ini disatukan dalam sebuah kepemimpinan maka hasilnya tentu akan dahsyat sekali. Karena dia akan bisa mendatangkan keuntungan yang sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara kita," lanjut dia.
Selain nama Susi, muncul pula nama Rektor IPB Arif Satria. Arif Satria dinilai punya kapabilitas teruji karena merupakan akademisi dan punya pengalaman di sektor perikanan, usianya pun masih terbilang muda.
Arif Satria ikut menyusun UU Perikanan Nomor 31 Tahun 2004 hingga Revisi UU Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau kecil. Ia juga pernah menjadi Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan dari tahun 2012-2019.
Nama dari kalangan profesional lain yaitu eks Dirjen KKP di era Susi Pudjiastuti, Agus Suherman.
Saat itu, ia menjabat sebagai Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP). Selain Dirjen PDSPKP, dia juga Plt Dirjen Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan.
Selain itu, ada pula eks Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), M. Zulficar Mochtar. Ia mengundurkan diri di era Edhy Prabowo karena merasa bertanggung jawab mengeluarkan izin untuk alat tangkap cantrang hingga ekspor benih lobster yang menuai polemik.
Belakangan Edhy Prabowo menegaskan Zulficar diberhentikan dari jabatannya, bukan mengundurkan diri. Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri KKP, Agung Tri Prasetyo menjelaskan, Zulficar telah diberhentikan dari jabatannya sejak Senin (13/7).
Tanggal pemberhentian ternyata sehari sebelum Zulficar mengajukan surat pengunduran diri ke Edhy Prabowo.

