Kanselir Jerman Marah Presiden Palestina Singgung Holocaust: Saya Muak!

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kanselir Jerman yang ditunjuk Olaf Scholz menghadiri konferensi pers. Foto: Fabrizio Bensch/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Kanselir Jerman yang ditunjuk Olaf Scholz menghadiri konferensi pers. Foto: Fabrizio Bensch/REUTERS

Kanselir Jerman, Olaf Scholz, marah besar atas pernyataan Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang menyinggung Holocaust.

Pemimpin Jerman itu menyebut, tindakan Abbas seperti meremehkan dampak peristiwa Holocaust.

"Bagi kami orang Jerman khususnya setiap relativisasi singularitas Holocaust tidak dapat ditoleransi dan tidak dapat diterima," ujar Scholz lewat twitter pribadinya seperti dikutip dari Reuters.

"Saya muak dengan pernyataan kemarahan yang dibuat oleh Presiden Mahmoud Abbas!" sambung dia.

Pernyataan Abbas mengenai Holocaust disampaikan di Berlin, Jerman. Saat itu, Abbas ditanya soal peringatan 50 tahun serangan terhadap anggota tim Israel di Olimpiade Munich pada 1972.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada konferensi pers di hotel Grand Hyatt di New York, AS, (11/2) Foto: REUTERS/Yana Paskova

Menjawab pertanyaan tersebut, Abbas bahwa Israel sudah melakukan '50 Holocaust' terhadap warga Palestina.

"Dari tahun 1947 hingga hari ini, Israel telah melakukan 50 pembantaian di desa-desa dan kota-kota Palestina, di Deir Yassin, Tantura, Kafr Qasim dan banyak lainnya, 50 pembantaian, 50 Holocaust," tutur Abbas.

Komentar Abbas mengundang kecaman. Sebab, Holocaust dipandang sebagai sejarah kelam yaitu pembantaian sistematis oleh rezim NAZI Jerman kepada etnis Yahudi.

Merespons arus kecaman, Abbas mengeluarkan klarifikasi pada Rabu (17/8). Dia mengaku tidak bermaksud menyangkal pembantaian selama era Nazi Jerman. Tetapi, Abbas berniat menyerukan agar dunia tidak melupakan kekerasan yang menghantui rakyat Palestina.