Kantor Bupati-DPRD Puncak Papua Dibakar Massa

Sejumlah kantor pemerintahan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dibakar massa pada Selasa (11/8) malam. Aksi pembakaran ini diduga terkait persoalan penyaluran dana desa.
Dari data awal yang dihimpun Polres Puncak, sejumlah kantor yang dibakar adalah Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK), Kantor Bupati Puncak, Kantor DPRD, Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kantor Kesbangpol, Kantor Dinas Sosial, dan Kantor Keuangan.
Kapolres Puncak AKBP Domingos De F Ximenes membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengaku, proses pendalaman masih dilakukan untuk mengungkap pemicu aksi pembakaran itu.
Namun menurut informasi sementara, Domingos bilang, sebelum pembakaran terjadi tengah berlangsung penyaluran dana desa.
"Kami masih dalami penyebab pastinya apa. Hanya saja, sebelum kejadian tengah berlangsung penyaluran Dana Desa Tahap I Reguler,” kata Domingos dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8).
Peristiwa ini bermula ketika massa sekitar pukul 17.40 WIT mendatangi kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung. Di sana, Bupati Puncak Elvis Tabuni sempat menemui massa dan melakukan dialog.
Namun, situasi malah memanas. Sekitar pukul 18.45 WIT, massa kemudian melakukan pembakaran terhadap Kantor PMK.
“Sekitar pukul 18.45 WIT, massa aksi tidak puas sehingga melakukan aksi pembakaran Kantor PMK,” ungkap Domingos.
Api kemudian membesar dan membakar sejumlah fasilitas pemerintah lainnya lainnya, termasuk satu unit mobil milik Dinas Ketahanan Pangan yang terparkir di halaman Kantor Bupati.
Kepolisian langsung menyiagakan personel untuk mencegah aksi pembakaran ini berkembang lebih luas. Personel Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 bersama jajaran Polsek disiagakan di perempatan alun-alun, tepatnya di depan Polsek Ilaga. Sementara personel Satgas Tindak ODC disiagakan di Kotis.
“Kami tetap melakukan pengamanan dan pemantauan situasi untuk memastikan kondisi tidak berkembang dan mengganggu keamanan masyarakat,” ujar Domingos.
Selain menempatkan personel di titik-titik strategis, ada pula polisi yang melakukan pendekatan persuasif dengan menemui tokoh masyarakat.
“Saat ini massa secara bertahap mulai meninggalkan lokasi dan situasi keamanan berangsur kondusif,” pungkas Domingos.
