Kapal Nelayan Meledak di Pelabuhan Paotere Makassar, 10 Orang Terluka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal nelayan meledak di area tanggul Pelabuhan Paotere, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/2) dini hari. Foto: Polres Pelabuhan Makassar
zoom-in-whitePerbesar
Kapal nelayan meledak di area tanggul Pelabuhan Paotere, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/2) dini hari. Foto: Polres Pelabuhan Makassar

Sebuah kapal nelayan dilaporkan meledak di area tanggul Pelabuhan Paotere, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/2) dini hari. Akibat peristiwa itu 10 orang mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Kasubsi Penmas Humas Polres Pelabuhan Makassar, Aipda Aidil, mengatakan kapal yang meledak yakni KM Risnawati Indah. Kapal tersebut meledak saat hendak membongkar muatan ikan di Pelabuhan Paotere.

“Kapal mau membongkar hasil tangkapan ikan sebelum didistribusikan ke tempat pelelangan ikan,” kata Aidil, Selasa.

Aidil menjelaskan, KM Risnawati Indah dinakhodai oleh Culli Dg Ewa dengan sembilan orang anak buah kapal (ABK). Mereka baru saja kembali dari melaut dan bersiap membongkar hasil tangkapan.

Kapal nelayan meledak di area tanggul Pelabuhan Paotere, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/2) dini hari. Foto: Polres Pelabuhan Makassar

Saat berada di area tanggul pelabuhan, salah satu ABK menyalakan mesin untuk penerangan. Namun, tiba-tiba muncul percikan api di bagian depan kapal yang kemudian menjalar ke area mesin.

“Awalnya ada kilatan, lalu terjadi ledakan,” ujar Aidil.

Ledakan tersebut membuat seluruh ABK panik dan melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.

“Semua ABK melompat ke laut,” jelasnya.

Tidak ada korban jiwa. Namun, kapal mengalami kerusakan parah dan nakhoda bersama sembilan ABK mengalami luka-luka sehingga harus mendapatkan perawatan medis.

“Untuk penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. Seluruh korban saat ini mendapatkan perawatan dan observasi medis lebih lanjut,” tandas Aidil.

Berikut data korban luka dalam peristiwa tersebut:

  1. Dg Ewa (juragan kapal) – mengalami luka-luka

  2. Dg Lantik – patah kaki kiri

  3. Aldi – luka pada bagian wajah

  4. Dg Ngitung – luka pada wajah

  5. Rahmat (buruh angkut) – luka pada kaki kiri

  6. Dg Rani – luka pada wajah dan pergelangan tangan kanan

  7. Bayong alias Sija – tidak mengalami luka, namun menjalani perawatan intensif

  8. Putra – luka bakar pada bagian punggung

  9. Dg Tangga – luka pada lengan kiri dan kaki kanan

  10. Sampara Jarung Dg Tujuh – tidak mengalami luka