Kapal Perang Kanada 'Pemburu Samurai' Singgah di Tanjung Priok
·waktu baca 4 menit

Salah satu kapal fregat milik Angkatan Laut Diraja Kanada (RCN), Her Majesty’s Canadian Ship (HMCS) Winnipeg, mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta sejak Rabu (31/8).
Kapal tersebut akan berlabuh di Jakarta hingga 3 September. Agenda itu merupakan bagian dari penempatannya di Indo-Pasifik selama lima bulan dalam Operasi PROJECTION.
Indonesia merupakan negara pertama yang menerima kunjungan pelabuhan. Setelahnya, HMCS Winnipeg akan melanjutkan perjalanan ke Singapura, Malaysia, Kambodia, Thailand, dan Jepang.
Operasi tersebut bertujuan memperkuat kerja sama dengan sekutu dan mitra di kawasan. Setelah merampungkan pelayaran, HMCS Winnipeg akan kembali ke Kanada pada Desember.
Meningkatkan kehadiran di Indo-Pasifik, kapal itu tak hanya mengadakan kunjungan pelabuhan. Selama mengejar ambisi maritimnya, Kanada akan melangsungkan pelatihan pula. HMCS Winnipeg akan berpartisipasi dalam pengerahan dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).
Komandan HMCS Winnipeg, Annick Fortin, akan turut melakukan kunjungan kehormatan. Dia akan menemui Panglima Komando Armada RI, Laksamana Muda Abdul Rasyid Kacong, dan Panglima Komando Armada I, Laksamana Muda Arsyad Abdullah.
"Saya ingin memuji Indonesia atas keramahan dan persahabatannya selama kunjungan kami," ungkap Fortin saat konferensi pers di Pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat (2/8).
Kanada berniat menunjukkan kemitraan erat dengan Indonesia dengan penempatan HMCS Winnipeg. Pihaknya menggarisbawahi 70 tahun hubungan bilateral kedua negara pada 2022.
Ottawa turut merayakan ulang tahun ke-45 kemitraan dengan ASEAN tahun ini. Kanada sedang memperdalam kemitraan dengan organisasi tersebut serta para anggotanya. Pada 2022, Kanada mengajukan status mitra strategis penuh dalam ASEAN.
"Indonesia adalah mitra pertahanan yang semakin penting bagi Kanada di Indo-Pasifik," jelas Fortin.
"Kami merasa terhormat mendapat kesempatan untuk kembali ke Jakarta dan melakukan berbagai dialog dan kegiatan dengan mitra kami," tambah dia.
Sebelum memulai Operasi PROJECTION, kapal itu berpartisipasi dalam Rim of the Pacific (RIMPAC) 2022. Latihan militer pimpinan Amerika Serikat (AS) tersebut digelar di dalam dan sekitar Kepulauan Hawaii dan California Selatan.
Hingga 26 negara terlibat dalam kegiatan itu dari 29 Juni sampai 4 Agustus. Negara-negara tersebut meliputi Indonesia dan Kanada.
Pada 14 Juni, dua fregat Angkatan Laut Kanada (RCN) lantas meninggalkan pangkalannya di British Columbia. Selain HMCS Winnipeg, kapal lainnya adalah HMCS Vancouver.
"Ada banyak hal yang bisa kita lakukan bersama. Indonesia dan Kanada terlibat di semua lini dalam hubungan diplomatik," ujar Duta Besar tertunjuk Kanada untuk Indonesia, Nadia Burger.
HMCS Winnipeg
HMCS Winnipeg merupakan satu dari 12 kapal fregat kelas Halifax Kanada. Kapal fregat tersebut memulai tugasnya sejak 23 Juni 1995. Kapal sepanjang 134,2 meter itu memiliki 262 personel.
Namun, HMCS Winnipeg kini terdiri dari 250 awak. Hingga 30 di antaranya merupakan perempuan. Kapal tersebut pernah dianugerahi penghargaan Atlantik dan Laut Arab.
HMCS Winnipeg memiliki sejumlah tim dengan misi berbeda. Tim penyelam tengah menaungi 10 orang. Selama penempatan, pihaknya melangsungkan latihan bersama TNI AL.
Ada pun pasukan keamanan utamanya, yakni Naval Boarding Party. Tim tersebut bertugas mengadakan pencarian dan pemeriksaan kargo. Mereka dilengkapi dengan persenjataan seperti senapan C8 dan pistol Sig Sauer 9mm.
HMCS Winnipeg bahkan memamerkan helikopter Sikorsky CH-148 Cyclone sejak 2019. Pesawat itu mempersenjatai diri dengan dua torpedo anti-kapal selam Mk-46 dan dua senapan mesin 7.62mm. Kru dari pesawat tersebut mencapai 8 orang dengan sekitar 12 teknisi.
Selama beroperasi, mereka membuktikan kekuatannya hingga mendapatkan julukan 'Samurai Hunters' atau 'Pemburu Samurai' dari pasukan militer Jepang. Julukan itulah yang menjadi inspirasi dari logo pada bagian samping helikopter.
Persenjataan HMCS Winnipeg pun beragam mulai dari senapan mesin Browning M2, senapan utama Bofors 57mm Mark 3, rudal harpoon RGM-84, hingga rudal Sea Sparrow Evolusi.
HMCS Winnipeg turut membawa kapal target hammerheads untuk pelatihan. Sejauh ini, pasukan yang mampu menembak target tersebut berasal dari Amerika Serikat (AS).
Sistem untuk mengendalikan segala persenjataan itu berada dalam ruang yang disebut Bridge. Navigasi HMCS Winnipeg sendiri telah memanfaatkan teknologi.
Ketika ada kru hilang atau kecalakaan kapal, pihaknya dapat melemparkan peralatan radar yang akan memberikan lokasi dengan tingkat keakuratan sekitar 14 meter.
Walaupun demikian, para kru juga terlatih menentukan navigasi dengan mudah tanpa bantuan teknologi.
Selain itu, HMCS Winnipeg memiliki dua kapal penyelamatan. Kapal Zodiac dapat membawa enam kru, tetapi terbiasa mengantarkan tiga orang. Kapal kedua memiliki kapasitas lebih besar dengan 12 kursi yang dapat membawa hingga 16 orang.
