Kapal Perang TNI AL Luncurkan Rudal C-705, Tenggelamkan Target dari Jarak 70 Km

Dua Kapal Perang TNI AL yang tengah berpatroli di Perairan Natuna Selatan. Saat itu pula, ada kapal musuh yang dinilai mengancam kedaulatan RI.
KRI Clurit-641 dan KRI Kujang 642 langsung melakukan manuver memastikan lokasi kapal musuh. KSAL Laksamana TNI Yudo Margono yang mendapat laporan adanya kapal musuh memerintahkan untuk melepaskan tembakan penghancuran.
"Otorisasi diterima. Laksanakan peluncuran rudal C-705," ucap Yudo.
KRI Clurit-641 dan KRI Kujang 642 masing-masing meluncurkan rudal C-705. Rudal langsung meluncur dan menghancurkan kapal target yang jaraknya 70 km.
"Kapal perang berhasil menembakkan peluru kendali (rudal) C-705 dan Hit on target atau mengenai sasaran yang menyebabkan target tenggelam," kata Kadispen TNI AL Laksma Julius Widjojono, dalam keterangannya, Jumat (9/4).
Julius mengatakan, aksi ini merupakan bagian dari latihan Pra Armada Jaya pada Kamis (8/4) di perairan Natuna. Kapal yang menjadi target merupakan kapal eks KRI Balikpapan yang sudah tak beroperasi.
KRI Clurit-641 dan KRI Kujang-642 merupakan Kapal Cepat Rudal (KCR) Type 40 yang tergabung dalam Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I.
"Kapal ini merupakan kapal pemukul reaksi cepat di mana dalam pelaksanaan tugasnya mengutamakan unsur pendadakan, mengemban misi menyerang secara cepat, menghancurkan target sekali pukul dan menghindar dari serangan lawan dalam waktu singkat pula," jelas dia.
Rudal C-705 merupakan salah satu senjata strategis yang dimiliki TNI AL yang dipasang di kapal-kapal jenis KCR.
TNI AL pada Latihan Pra Armada Jaya ini mengerahkan sejumlah alutsista seperti kapal perang, pesawat udara dan kendaraan tempur marinir dengan daerah latihan di Jakarta, Laut Jawa, Laut Natuna Utara dan Dabo Singkep, Kepulauan Riau.
Latihan yang akan berlangsung dari tanggal 5 hingga 15 April 2021 ini adalah persiapan awal sebelum melaksanakan Latihan Armada Jaya yang merupakan latihan puncak TNI AL. Latihan matra TNI AL yang digelar ini terdiri dari latihan operasi laut gabungan (Opslagab) diperankan oleh Koarmada II Surabaya.
Latihan operasi gabungan amfibi (Opsgabfib) dilaksanakan oleh Koarmada I Jakarta, latihan pasukan pendarat Korps Marinir (Pasrat Kormar) dilaksanakan oleh Kormar.
Latihan operasi pendaratan administrasi (Opsratmin) dilaksanakan oleh Kolinlamil dan latihan operasi pertahanan pantai (Opshantai) dilaksanakan oleh Koarmada I dalam hal ini Lantamal IV Tanjung Pinang.
Latihan ini bertujuan untuk menguji dan meningkatkan kemampuan profesionalisme prajurit TNI AL serta kesiapsiagaan peralatan tempur atau Alutsista TNI AL di lapangan.
Alutsista yang dilibatkan dalam latihan ini yakni antara lain kapal perang meliputi; Latopslagab menggunakan kapal perang yakni; KRI R.E. Martadinata-331, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Fatahillah-361, KRI Clurit-641, KRI Kujang-642, KRI Nanggala-401, KRI Aluguro-405, KRI Diponegoro-365, KRI Bung Tomo-357, KRI Teuku Umar-385, KRI Patimura-371, KRI Tjiptadi-381, KRI Pulau Rangsang-727, KRI Sutedi Senaputra–378, KRI Imam Bonjol-383, KRI Sembilang–850. Sedangkan latopsratmin meliputi; KRI Teluk Bintuni-520, KRI Teluk Lampung-540, KRI Teluk Amboina dan KRI Halasan-630.
Sementara itu Latopsfib menggunakan kapal perang yakni; KRI Teluk Cirebon-543, KRI Teluk Ende-517, KRI Teluk Sorong-536, KRI Pulau Raas-726, KRI Bung Tomo-357 KRI Teuku Umar-385, KRI Patimura-371, KRI Imam Bonjol-383, KRI Jhon Lie-358 dan KRI Tjiptadi-381 dan Latopshantai meliputi KRI Barakuda-814, KRI Kerait-827, KRI Sigurot-864. Selain itu juga dikerahkan 5 pesawat udara, 10 kendaraan tempur yang terdiri dari BTR-50 6 unit dan BMP-3F sebanyak 4 unit.
