Kapal Tanker Bocor: 1.900 Aspal Cair Cemari Laut Nias Utara hingga Seluas 70 Km

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal tanker pengangkut 1.900 ton aspal mengalami kebocoran di Nias. Foto: Pemda Nias Utara
zoom-in-whitePerbesar
Kapal tanker pengangkut 1.900 ton aspal mengalami kebocoran di Nias. Foto: Pemda Nias Utara

Kapal tanker pembawa 1.900 ton aspal mengalami kebocoran di Perairan Humene, Sihine’asi, Kecamatan Tugalo Oyo, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara. Akibatnya, seluas 70 kilometer perairan di sana tercemar cairan aspal.

“Aspal ini sangat mencemari perairan Nias Utara. Biota laut seperti penyu sudah terganggu. Aspal ini juga mengandung zat yang sangat mengganggu. Nelayan setempat tidak berani melaut,” ujar Kabid Teknologi Komunikasi dan Informatika Nias Utara, Syukur Zebua, Rabu (22/2).

Penampakan laut yang tercemar. Foto: Pemda Nias Utara

Kapal tersebut karam pada 11 Februari 2023. Masyarakat yang menyaksikan itu memberi tahu ke pemerintah daerah dan Lanal TNI AL. Setelah dicek, kapal itu berbendera negara Gabon, dengan nama MT. AASHI.

“Kapal ini berlayar dari negara Guinea dengan tujuan Padang dan Sibolga,” ujar Syukur.

Penyebab kebocoran ada di lambung kapal, tim gabungan kemudian turun tangan menyelamatkan kru kapal.

“ABK-nya berwarga India 20 orang, langkah yang dilakukan pemerintah daerah adalah mengevakuasi mereka ke salah satu balai desa di Kabupaten Nias Utara,” katanya.

Kapal tanker yang bocor itu membawa 1.900 ton aspal. Foto: Pemda Nias Utara

Saat ini, ujar Syukur, Pemda Nias Utara terus berupaya menanggulangi pencemaran yang terjadi.

“Kami juga (menyurati) pemilik kapal, stakeholder seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian BUMN, untuk mengambil tindakan cepat dalam menanggulangi pencemaran,” ujar Syukur.