Kapal Tenggelam di Selat Madura Bawa 73 Orang: 2 Tewas, 1 Hilang
ยทwaktu baca 2 menit

Kapal Layar Motor (KLM) Fajar Lorena Safari tenggelam di Selat Madura, saat perjalanan dari Pelabuhan Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, menuju Pelabuhan Kalbut, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Minggu (8/12).
Kapal kayu yang mengangkut 73 orang (5 di antaranya ABK) ini mengalami kebocoran pada lambung kapal dan tenggelam. 2 korban meninggal, 1 korban hilang, dan 70 orang lainnya telah diselamatkan Kapal Tanker MT Berlian Selatan yang melintas di lokasi kejadian.
Pencarian Korban Hilang
"Pada pagi hari ini kami mulai melakukan penyisiran pencarian korban yang dinyatakan hilang di lokasi kejadian kapal kayu tenggelam tersebut atas perintah kepala Kantor SAR Surabaya," kata Koordinator Basarnas Pos SAR Banyuwangi yang mewilayahi Situbondo, Wahyu Setia Budi, di Situbondo, Senin (9/12), sebagaimana diberitakan Antara.
Pencarian pada hari pertama pencarian ini, Basarnas Pos SAR Banyuwangi menggunakan Rigit Buoyancy Boat atau kapal cepat RBB.
Menurut Wahyu, pencarian korban yang hilang itu akan dilakukan penyisiran mulai dari titik lokasi kejadian hingga radius 5 sampai 6 mil di antara perairan Madura-Situbondo.
"Tim SAR gabungan yang turut melakukan pencarian menggunakan RBB ini dari Satuan Polairud, Pos TNI AL, BPBD, KSOP Kelas IV Panarukan, dan lainnya," katanya.
Identitas Korban Tewas
Dua korban meninggal itu yakni:
Hairi (50) warga Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep;
Ahmad Sunni (54) warga Desa Tenggir, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo.
Identitas Korban Hilang
Sementara seorang korban yang dinyatakan hilang sampai saat ini adalah:
Mahnia (65) warga Desa Parambanan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep.
Adapun nama nakhoda KLM Fajar Lorena Safari, yakni Ramli dan empat ABK, yaitu Junaidi, Saifurrrahman, Sasmito, dan Jakfar.
