Kapal Terakhir GSF yang Berlayar ke Gaza, Marinette, Ditangkap Israel

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla berlayar menembus blokade laut Israel untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza di Yunani, Jumat (26/9/2025). Foto: Stefanos Rapanis/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Kapal yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla berlayar menembus blokade laut Israel untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza di Yunani, Jumat (26/9/2025). Foto: Stefanos Rapanis/Reuters

Kapal Global Sumud Flotilla satu-satunya dan terakhir yang berlayar ke Gaza, Marinette, kini ditangkap pasukan Israel di pantai lepas wilayah Palestina.

Dikutip dari Al Jazeera, video livestream menunjukkan pasukan Israel memaksa masuk ke kapal itu pada Jumat (3/10) pagi waktu setempat.

Dilaporkan ada 6 orang yang ada di kapal Marinette berbendera Polandia itu, dan jadi kapal satu-satunya yang masih berlayar ke Gaza.

GSF sebelumnya menyebut Marinette sempat mengalami kerusakan teknis, lalu tertinggal di belakang rombongan. Namun, kapal itu memilih terus berlayar.

"Marinette bukan sekadar kapal. Marinette adalah Sumud, yaitu keteguhan dalam menghadapi rasa takut dan brutalitas Israel," kata GSF dalam keterangannya.

Sementara itu, pemerintah Siprus mengatakan kapal yang membawa 21 aktivis diminta berlabuh di Larnaca untuk pengisian bahan bakar dan alasan kemanusiaan. Identitas kapal itu tidak disebutkan, dan tidak dijelaskan pula apakah kapal itu merupakan satu dari puluhan kapal yang dihentikan pelayarannya oleh Israel.

Setelah mendaftarkan semua penumpang, pemerintah Siprus menyediakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan dan menawarkan bantuan konsuler.

Total kapal-kapal GSF yang berlayar sebetulnya ada 44. Dengan rincian 23 kapal terkonfirmasi dicegat, 19 kapal hilang kontak dan diduga telah dicegat, serta 2 kapal observer yaitu Summer Time-Jong dan Shireen yang berputar balik untuk membawa dokumen dan bukti-bukti pelanggaran Israel.

Perwakilan dari Indonesia, Muhammad Husein, ada di dalam kapal Summer Time-Jong bersama 20 relawan global lainnya. Kini mereka tengah menuju Siprus untuk berlabuh.

Diperkirakan sebanyak 443 relawan telah ditahan secara paksa. Kemungkinan mereka akan dibawa ke pelabuhan Ashdod untuk diproses dalam kondisi yang dianggap sebagai penahanan ilegal.