Kapal Wisata Rute Gili Trawangan-Pulau Komodo Tenggelam, 45 Orang Dievakuasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas mengevakuasi 45 penumpang kapal wisata yang tenggelam di perairan Tanjung Katupa, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (16/7/2026) malam. Foto: Dok. SAR Bima
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengevakuasi 45 penumpang kapal wisata yang tenggelam di perairan Tanjung Katupa, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (16/7/2026) malam. Foto: Dok. SAR Bima

Sebuah kapal wisata tenggelam di perairan Tanjung Katupa, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Kamis (16/7) malam. Seluruh penumpang dan awak kapal yang berada di kapal tersebut berjumlah 45 orang.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 19.45 WITA saat kapal berlayar dari Gili Trawangan menuju Pulau Komodo. Dalam perjalanan, kapal dilaporkan dihantam gelombang tinggi hingga akhirnya tenggelam.

Petugas mengevakuasi 45 penumpang kapal wisata yang tenggelam di perairan Tanjung Katupa, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (16/7/2026) malam. Foto: Dok. SAR Bima

Setelah menerima laporan kejadian, pihaknya langsung berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait dan mengerahkan personel dari Pos SAR Bima untuk melaksanakan operasi penyelamatan.

"Selanjutnya, para korban dievakuasi ke kapal 'Majestic' dan 'Sultan'. Sebanyak 17 orang dievakuasi ke kapal 'Sultan', sementara 28 orang lainnya berada di kapal 'Majestic'," jelas Hariyadi.

Petugas mengevakuasi 45 penumpang kapal wisata yang tenggelam di perairan Tanjung Katupa, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (16/7/2026) malam. Foto: Dok. SAR Bima

Seluruh Korban Selamat

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 45 orang di atas kapal yang terdiri atas 8 anak buah kapal (ABK) dan 37 penumpang. Dari jumlah tersebut, 16 orang merupakan warga negara Indonesia (WNI), sedangkan 29 lainnya merupakan warga negara asing (WNA). Seluruh korban dinyatakan selamat.

Petugas mengevakuasi penumpang kapal wisata yang tenggelam di perairan Tanjung Katupa, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (16/7/2026) malam. Foto: Dok. SAR Bima

Hariyadi menegaskan keselamatan seluruh penumpang dan kru menjadi prioritas utama dalam operasi penyelamatan tersebut. Pihaknya baru bisa mengevakuasi seluruh korban menuju daratan pada Jumat (17/7) pukul 02.45 WITA menggunakan kapal KM Amokti Palapa.

"Prioritas utama kami adalah keselamatan seluruh penumpang dan kru. Alhamdulillah, kerja keras tim di lapangan membuahkan hasil. Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan telah tiba pada pukul 09.23 WITA di Pelabuhan Bima dengan menggunakan kapal 'KM Amokti Palapa' untuk penanganan lebih lanjut," ucapnya.