Kapal yang Ditumpangi Wanda Hamidah ke Gaza Bocor, Kini Terdampar di Italia
·waktu baca 2 menit

Kapal Kaiser yang ditumpangi Wanda Hamidah untuk ke Gaza kini terdampar di Pelabuhan Portopalo, Sisilia, Italia. Sebelumnya, Wanda berlayar dari Pelabuhan Sido Bou Said, Tunisia, bersama rombongan Global Sumud Flotilla (GSF) pada 16 September 2025 lalu.
Dalam video NAHAS! KAPAL BOCOR DI TENGAH LAUT, WANDA HAMIDAH & AWAK KAPAL KEMBALI PULANG? yang diunggah di channel Muhammad Husein Gaza, Wanda bercerita bahwa kapalnya bocor sehingga mengakibatkan dirinya belum bisa melanjutkan perjalanan.
Kebocoran itu, kata Wanda, disebabkan cuaca buruk yang membuat ombak besar menghantam kapalnya. Hal itu, kata dia, juga mengakibatkan 500 liter bahan bakar jatuh tercebur ke laut. Padahal sebetulnya kapalnya sudah setengah jalan dari Pelabuhan Portopalo.
"Saya fifty-fifty maksudnya enggak terlalu optimistis bahwa kapal Kaiser ini bisa kembali berlayar. Kalau pun bisa berlayar, waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kapal Kaiser akan memakan waktu cukup lama," kata Wanda dikutip kumparan, Senin (22/9).
Ini bukan kali pertama kapal yang ditumpangi Wanda mengalami masalah. Saat pertama kali lepas jangkar, kapal Kaiser juga mengalami kendala sehingga mesti menepi di Kelibia, Tunisia.
"Jadi kendalanya cukup banyak. Waktu di waktu di Kelibia mungkin bisa diperbaiki gitu, tapi sekarang ketika di Portopala, mekanik yang ada di sini bilang ini akan memakan waktu lama, sementara kita dikejar untuk waktu berkumpul bersama-sama di Gaza," katanya.
Menurut Wanda, kapal yang ditumpanginya memang sudah berumur dan ukurannya kecil. Di situ, kata Wanda, ada 12 orang delegasi termasuk logistik serta bantuan kemanusiaan untuk dibawa ke Gaza.
"Tapi enggak apa-apa, kita semua ikhlas dan enggak ada yang komplain di dalam kapal. Bahkan untuk berjalan pun saya harus melangkahi orang-orang yang lagi tiduran di lantai," katanya.
Wanda lalu bercerita bahwa tujuan perjalananya ke Gaza adalah untuk berjuang di tengah diamnya dunia terhadap Genosida yang dialami masyarakat Gaza. Perempuan berusia 47 tahun itu menganggap bahwa perjuangannya adalah jihad fisabillilah.
"Karena perjalanan ke Gaza tuh kayak perjalanan kita Ka'bah. Kalau buat saya gitu kayak perjalanan menuju Kakbah, gitu. Jadi apapun halangannya, apapun rintangannya dihadapi dengan ikhlas dan dengan bahagia," ungkapnya.
Global Sumud Flotilla merupakan gerakan masyarakat sipil global, termasuk aktivis lingkungan Greta Thunberg untuk menembus blokade Gaza. Gerakan ini terdiri dari koalisi 44 negara termasuk Indonesia yang bersatu untuk mendukung kemerdekaan Palestina.
