Kapendam Siliwangi soal Penabrak Sejoli Nagreg: Bukti di TKP Diduga Oknum TNI AD

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi pers rilis kasus penabrak dan pembuangan mayat sejoli di Mapolda Jabar, Jumat (24/12).  Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers rilis kasus penabrak dan pembuangan mayat sejoli di Mapolda Jabar, Jumat (24/12). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Penyelidikan kasus dua sejoli yakni Salsabila (14) dan Handi Harisaputra (18) yang ditabrak di Nagreg, Kabupaten Bandung, kemudian mayatnya dibuang di wilayah Sungai Serayu, Jawa Tengah, dipastikan telah dilimpahkan ke Pomdam III Siliwangi dari Polresta Bandung.

Sementara itu, Kapendam III Siliwangi Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto mengakui adanya dugaan pelaku yang terlibat dalam kasus itu adalah anggota TNI AD.

Sebab, hal itu didasarkan dari bukti-bukti yang diperoleh di tempat kejadian perkara. Dia tak menyebut apa bukti yang dimaksud. Akan tetapi, pihaknya meminta agar menunggu terlebih dahulu proses penyelidikan yang dilakukan oleh Pomdam Kodam III Siliwangi.

Jasad sejoli korban tabrakan di Nagreg yang ditemukan di Cilacap-Banyumas dipulangkan ke daerah asalnya. Foto: Polda Jateng

"Memang kalau dilihat dari bukti di TKP diduga dari oknum TNI AD namun kita tetap harus menunggu hasil penyidikan yang dilakukan Pomdam III Siliwangi," kata dia dalam jumpa pers di Mapolda Jabar, Bandung, Jumat (24/12).

Arie menegaskan, perkara itu dipastikan telah diterima dari penyidik Polresta Bandung. Sebagai tindak lanjut, pihaknya bakal melakukan penyelidikan sebagaimana instruksi dari Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Agus Subiyanto.

"Penyidik Polresta Bandung terkait hal itu Pangdam III Siliwangi memerintahkan untuk melakukan penyelidikan secara intensif agar segera kita ketahui pelakunya," ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, sejoli itu ditabrak oleh mobil Panther berpelat B pada tanggal 8 Desember di dekat SPBU Nagreg, Kabupaten Bandung.

Dalam kecelakaan itu, netizen sempat memotret orang-orang yang di dalam mobil Panther saat menggotong korban, termasuk nopol mobil pelaku.

Masyarakat yang menyaksikan peristiwa itu mengira korban hendak dibawa ke rumah sakit. Tapi kedua orang tua korban tidak menemukan korban setelah mencari di seluruh rumah sakit dan puskesmas di sekitarnya.

Setelah dilakukan pencarian, seminggu kemudian jasad keduanya ditemukan di dua lokasi berbeda. Jasad Handi ditemukan di Sungai Serayu, Banyumas. Sementara itu, jasad Salsabila ditemukan di aliran Sungai Serayu, Cilacap.

Lokasi kecelakaan di Nagreg dan lokasi penemuan jenazah berjarak lebih 200 km.