Kumparan Logo
Wiranto, Diserang, Pandeglang
Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) turun dari mobil sebelum diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

Kapolda Banten: Pengamanan Sudah Sesuai, Tapi Wiranto Ingin Sapa Warga

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) turun dari mobil sebelum diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).  Foto: ANTARA FOTO/Handout
zoom-in-whitePerbesar
Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) turun dari mobil sebelum diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Handout

Penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto di Alun-alun Menes, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10), mengagetkan publik.

Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir, yang hadir di lokasi, menceritakan kejadian yang terjadi sekitar pukul 11.55 WIB itu. Penyerangan dengan senjata tajam itu dilakukan pria yang diketahui berafiliasi ISIS.

Irjen Tomsi mengatakan, penjagaan terhadap kunjungan Wiranto telah dilakukan. Bahkan, dalam jarak tertentu dari Wiranto (tidak didetailkan Tomsi), sudah steril dari masyarakat.

"Sudah dilakukan penjagaan, itu perimeter kanan, perimeter-perimeter itu, masyarakat yang tidak boleh mendekat," kata Tomsi kepada kumparan, Kamis (10/10).

Wiranto, kata dia, sejak pagi hari seakan tak ingin berjauhan dari masyarakat. Tomsi menyebut Wiranto selalu menyapa masyarakat yang hadir di lokasi kunjungannya.

"Sejak dari awal pagi, beliau, karena ketulusan hatinya itu menyapa seluruh masyarakat, menyapa, menyapa. Ini yang memang dari awal kedatangan beliau menyapa, bahkan berfoto bersama (masyarakat)," imbuhnya.

kumparan post embed

Namun, saat di Alun-alun Menes, tiba-tiba dua orang masyarakat yang menerobos penjagaan. Salah seorang di antaranya yaitu pria langsung menyerang Wiranto.

"Terus ada masyarakat yang menerobos masuk," ucapnya.

Dalam penyerangan itu, selain Wiranto, Kapolsek Menes dan seorang ajudan Danrem turut mengalami luka tusuk. Bahkan, kata Tomsi, dirinya juga hampir terkena serangan.

"Menyerang kapolsek, kemudian ada Pak Fuad, kemudian terkena luka sedikit ajudannya Danrem. Menyerang rombongan kami, termasuk menyerang saya," kata Tomsi.

Kini kedua pelaku sudah dilumpuhkan. Keduanya adalah Syahril Alamsyah alias Abu Rara (31) dan Fitri Andriana (21).

Tomsi enggan berspekulasi aksi penyerangan itu apakah masuk dalam aksi terorisme. Pihaknya masih memeriksa kedua pelaku.

"Sekarang kita dalam proses penyelidikan untuk pelakunya," ucapnya.