Kapolda Metro, Avengers, dan Inspirasi Semu Captain America

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Fadil Imran pada Upacara Penutupan Pelatihan Peningkatan Kemampuan Tim Patroli Perintis Presisi Tahun 2021 di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (30/11). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Fadil Imran pada Upacara Penutupan Pelatihan Peningkatan Kemampuan Tim Patroli Perintis Presisi Tahun 2021 di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (30/11). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran memberi pengarahan kepada anggota Dit Samapta. Ada yang menarik dari pengarahan kali ini.

Dalam kesehariannya, Dit Samapta bertugas dalam kegiatan Turjawali, bantuan satwa, pengamanan unjuk rasa, dan pengendalian massa.

Karena itu, anggota Samapta kerap membawa tameng saat bertugas. Ini tentu bagian dari alat kelengkapan saat bertugas.

Fadil Imran lalu menanyakan apakah para anggota pernah menonton film Avengers. Rupanya, ada juga anggota yang belum pernah menonton film itu.

Kemudian, dipanggil satu anggota ke depan yang pernah menonton film itu. Fadil lalu meminta anggota untuk berperan sebagai Captain America.

instagram embed

Seperti diketahui, Captain America membawa tameng saat beraksi. Dengan gaya jenaka, Fadil meminta anggotanya tak perlu bergaya seperti itu.

“Nah ini maksud saya, kadang-kadang tim ini terinspirasi sama Avengers. Jadi mungkin dia pikir, polisi kaya Avengers semua, ada Captain America,” jelasnya dalam video yang diunggah akun @kapoldametrojaya, Rabu (8/12).

Ini pula yang coba diingatkan Fadil kepada para anggotanya. Film seperti itu tentu tidak ada di dunia nyata. Semua aksi merupakan skenario yang sudah diatur.

“Saya mau bilang begini, kadang-kadang kita ini karena hidup di zaman milenial terlalu terinspirasi oleh situasi Avengers itu. Makanya, mungkin banyak anggota saya yang ingin main film, padahal itu semua bohong, dan itu skenario semua,” jelasnya.

Dalam caption postingan itu, Fadil mengingatkan anggota untuk tetap mawas diri. Menjadi polisi bukan untuk gagah-gagahan.

"Tugas polisi bukan untuk keren-kerenan atau gagah-gagahan seperti aktor di film action, apalagi untuk kepentingan entertainment semata," ucap dia.