Kapolda Metro Jaya: Massa Demo Jaga Kekuatan, Jangan Sampai Disusupi Perusuh

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Massa aksi melempar botol kearah polisi saat aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law di dekat Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/10). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Massa aksi melempar botol kearah polisi saat aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law di dekat Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/10). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Demo menolak Omnibus Law yang berujung ricuh sangat menjadi pelajaran. Diharapkan, massa yang akan melanjutkan demo untuk lebih berhati-hati dengan masuknya perusuh ke kelompok mereka.

"Khususnya pada para pengunjuk rasa ini agar selalu menjaga setiap mereka aksi, harus menjaga kekuatannya berapa, jangan sampai disusupi atau ditunggangi kelompok anti kemapanan kemudian mereka melakukan anarkisme," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana, kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (12/10).

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana di Acara Deklarasi #PriokBermasker. Foto: Dok. Humas Polda Metro Jaya

Nana juga memperingatkan, jajaran TNI-Polri sama sekali tidak ragu menindak anarkisme. Aparat akan memberikan tindakan tegas berupa penegakkan hukum, untuk melindungi kepentingan masyarakat yang lebih besar.

Kami tidak akan biarkan masyarakat berlaku semaunya dan meresahkan masyarakat, apalagi Jakarta merupakan barometer Ibu Kota RI tentunya kami akan menjamin sekuat tenaga menjaga keamanan.

--Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana

Demonstran terlibat bentrok dengan polisi saat demo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di dekat Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/10). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS

Lebih lanjut, Nana meminta agar masyarakat lain dapat mengambil sikap secara bijak. Terutama menanggapi beberapa undangan dan ajakan aksi turun ke jalan. Ia juga menyebut, beberapa aksi tersebut bakal disusupi aksi provokatif yang berpotensi berakhir dengan anarkis.

"Kita akui banyak hoaks ajakan seruan yang bersifat provokatif untuk mengarah ke anarkisme. Ini saya harapkan menyaring sebelum men-share. Jangan karena masalah itu bisa jadi tersangka terkait penyebaran hoaks tersebut," tutup Nana.

embed from external kumparan