Kapolda NTT soal Rumah Dinas Diserang OTK: Tak Ada Kerusakan, Hanya Motor Ngegas
·waktu baca 2 menit

Pertandingan futsal yang berlangsung di GOR Oepoi, Kupang, antara tim futsal Polda NTT dan tim futsal Soe, berujung rusuh. Kerusuhan berawal saat suporter tim futsal Polda NTT dan tim futsal Soe ricuh di tribun.
Mereka saling dorong dan lempar. Aparat Polisi Militer (POM) yang menjaga pertandingan berusaha melerai, namun tidak berhasil. Malah kerusuhan merembet ke luar GOR dan jalan-jalan dan melibatkan anggota polisi dan TNI.
Kabar lain yang beredar menyebut rumah dinas Kapolda NTT Irjen Pol Johni Asadoma juga ikut diserang oleh orang tak dikenal (OTK).
Terkait hal itu, Johni mengatakan bahwa rumah dinasnya tidak ada kerusakan. Malam itu saat kerusuhan terjadi, ada sekitar 20 pemotor yang berputar-putar di persimpangan di depan rumahnya.
"Kemudian kita lakukan pengusiran dan mereka langsung meninggalkan lokasi," ujar Johni saat jumpa pers di kantornya di Kupang, Kamis (20/4).
"Jadi tidak ada kerusakan di rumah Kapolda. Hanya ada yang gas-gas [mengegas motor] di depan rumah Kapolda," kata Johni.
Hadir dalam konferensi pers itu Danrem 161/Wirasakti, Brigjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, Kasrem 161/Wirasakti, Kolonel Simon Petrus Kamlasi, Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh, perwakilan Lanud El Tari, serta perwakilan Lantamal VII.
Video Viral
Dalam rekaman video amatir yang beredar, kerusuhan terjadi di tribun penonton saat pertandingan tengah berjalan, Rabu (19/4) malam. Terjadi aksi saling lempar antar-penonton. Tampak beberapa anggota Polisi Militer yang melakukan pengamanan melerai penonton.
Namun karena suasana sudah tidak terkendali, kericuhan pun terjadi. Kericuhan yang bermula di dalam GOR ini pun meluas ke luar GOR. Aksi kejar mengejar terjadi di jalan raya.
Pos Polisi Kanaan di Jalan Jenderal Sudirman, Kuanino, pun diserang oleh orang tak dikenal dan dirusak. Satu unit mobil polisi dan motor dibakar perusuh.
Kerusuhan serupa juga terjadi di traffic light Polda NTT. Polisi mengeluarkan beberapa kali tembakan ke udara. Sejumlah peralatan penahan milik Satlantas turut dirusak perusuh.
Kerusuhan ini melibatkan polisi kontra TNI. Kapolda menyebut peristiwa itu dipicu kesalahpahaman.
