Kapolda Sulut: Pembalap Drag Race yang Tewaskan 8 Orang Berpotensi Tersangka

Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Roycke Harry Langie menyebut, pembalap drag race yang menabrak hingga menewaskan 8 orang di Kota Kotamobagu berpotensi menjadi tersangka.
Ia mengungkapkan bahwa tim penyidik telah bekerja keras sejak kejadian. Sekitar lima orang, termasuk pengemudi mobil yang terlibat kecelakaan, telah diperiksa.
"Pengemudi tentu berpotensi kuat menjadi tersangka karena unsur kealpaan atau kelalaian. Mengenai pihak penyelenggara atau panitia, semua pihak akan kita periksa alurnya, apakah prosedur dan mekanismenya diikuti atau tidak," tegas Irjen Pol Roycke Harry Langie usai membesuk korban luka, Senin (10/8).
Meski demikian, Ia mengingatkan bahwa asas praduga tak bersalah tetap dijunjung tinggi. Namun, jika ditemukan bukti kuat adanya perbuatan melawan hukum, penegakan hukum akan ditegakkan tanpa pandang bulu.
Besuk Korban Luka
Roycke meninjau lokasi dan korban tragedi drag race di Kota Kotamobagu. Didampingi jajaran utama Polda Sulut dan Forkopimda setempat, Kapolda melayat ke rumah duka serta menjenguk korban yang sedang dirawat, Senin (10/8).
Di hadapan keluarga korban, Ia menyampaikan rasa duka yang mendalam. Ia mengajak seluruh pihak untuk mendoakan mendiang korban agar diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.
"Saya sebagai Kapolda Sulawesi Utara dan jajaran menyampaikan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada korban yang sudah mendahului kita. Semoga arwah dapat diterima di sisi Allah SWT. Untuk para korban luka, mari kita berdoa bersama agar diberikan kesembuhan," ucap Kapolda.
Hingga berita ini diturunkan, data terkini mencatat ada 17 korban dalam insiden tersebut. Rinciannya:
8 orang meninggal dunia
8 orang luka berat dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit
1 orang luka ringan dan telah diperbolehkan rawat jalan
Usai memberikan dukungan moral, Kapolda menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan cepat, transparan, dan akuntabel. Untuk memastikan hal itu, penanganan kasus ini resmi ditarik ke tingkat Polda Sulut.
Langkah ini diambil agar penyidikan tidak terganggu dan bisa mengungkap fakta secara menyeluruh, mulai dari alur penyelenggaraan hingga kelalaian teknis.
Menutup kunjungannya, Roycke mengimbau masyarakat Kotamobagu dan sekitarnya untuk tetap tenang, bersatu, dan saling menguatkan di masa berduka ini. Ia juga berharap tragedi ini menjadi evaluasi bersama bagi semua pihak, khususnya penyelenggara acara otomotif, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
