Kapolres Bekasi Dorong Siswa SMKN 1 Siap Ikuti Pelatihan ke Jepang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Metro Bekasi Kota meninjau pemanfaatan bantuan mesin jahit bagi siswa jurusan Tata Busana di SMKN 1 Kota Bekasi, Kamis (22/10). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Metro Bekasi Kota meninjau pemanfaatan bantuan mesin jahit bagi siswa jurusan Tata Busana di SMKN 1 Kota Bekasi, Kamis (22/10). Foto: Dok. Istimewa

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Metro Bekasi Kota meninjau pemanfaatan bantuan mesin jahit bagi siswa jurusan Tata Busana di SMKN 1 Kota Bekasi, Kamis (22/10).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung penggunaan fasilitas yang disediakan melalui program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN) dalam mendukung pembelajaran praktik dan persiapan uji kompetensi siswa.

Dalam kunjungan tersebut, Putu Kholis menyaksikan siswa mengoperasikan mesin jahit industri dan mengerjakan bahan kain sebagai bagian dari pembelajaran kejuruan. Ia juga melihat kondisi sarana praktik serta berinteraksi dengan pihak sekolah untuk mengetahui pemanfaatan peralatan yang telah tersedia.

Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran agar dukungan yang diberikan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Metro Bekasi Kota meninjau pemanfaatan bantuan mesin jahit bagi siswa jurusan Tata Busana di SMKN 1 Kota Bekasi, Kamis (22/10). Foto: Dok. Istimewa

Kapolres menilai uji kompetensi merupakan tahapan penting untuk mengukur penguasaan keterampilan siswa sebelum menghadapi tuntutan dunia kerja. Penilaian tersebut mencakup kemampuan mengoperasikan mesin, ketepatan pengerjaan, pemahaman prosedur, dan kualitas hasil produksi.

Persiapan ini juga diharapkan dapat mendukung kesiapan siswa yang diproyeksikan mengikuti program pelatihan di Jepang.

“Kesempatan untuk mengembangkan kemampuan hingga ke luar negeri harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Saya berharap para siswa memiliki semangat belajar yang tinggi, berani menghadapi tantangan, dan tidak mudah menyerah ketika menemukan kesulitan. Jadikan setiap pengalaman sebagai bekal untuk melangkah lebih jauh dan meraih cita-cita,” ujar Putu Kholis.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Metro Bekasi Kota meninjau pemanfaatan bantuan mesin jahit bagi siswa jurusan Tata Busana di SMKN 1 Kota Bekasi, Kamis (22/10). Foto: Dok. Istimewa

Bantuan mesin jahit tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama Polres Metro Bekasi Kota dengan PT Sentosa Garmindo Pratama melalui POLIRAN. Kemitraan ini diarahkan untuk memperkuat fasilitas pendidikan kejuruan melalui dukungan peralatan konveksi yang relevan dengan kebutuhan industri. Kehadiran Ketua Bhayangkari Cabang Metro Bekasi Kota turut mencerminkan perhatian terhadap pengembangan potensi generasi muda melalui pendidikan keterampilan.

Ke depan, manfaat POLIRAN juga direncanakan menjangkau masyarakat umum yang membutuhkan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan kerja. Satbinmas Polres Metro Bekasi Kota tengah menyiapkan proses pendataan dan pendaftaran calon peserta sebagai bagian dari pengembangan program secara bertahap. Langkah tersebut sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, yang mendorong kolaborasi kepolisian, lembaga pendidikan, dan dunia usaha dalam membuka kesempatan produktif bagi warga.

“Harapan kami, keterampilan yang diperoleh tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi kelak juga dapat memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitar. Anak-anak yang memiliki kemampuan dan pengalaman lebih luas diharapkan mampu menjadi pribadi yang mandiri, menghasilkan karya, bahkan membuka peluang usaha bagi orang lain. Itulah manfaat jangka panjang yang ingin kita dorong melalui program ini,” tutur Putu Kholis.