Kapolres Garut Klarifikasi ke Propam soal Arahan Menangkan Jokowi

kumparanNEWSverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko (kiri). Foto: Okky Ardiansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko (kiri). Foto: Okky Ardiansyah/kumparan

Pengakuan mantan Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Aziz yang menyebut adanya mobilisasi dukungan dari Kapolres Garut untuk capres 01 Jokowi-Ma'ruf Amin terus menjadi polemik. Untuk meluruskan hal itu, Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, mendatangi Propam Polda Jawa Barat.

“Benar tadi malam Kapolres Garut mendatangi Propam Polri untuk mengklarifikasi pernyataan yang berkembang,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, saat dikonfirmasi, Senin (1/4).

Mantan Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Aziz memberikan keterangan di Kantor lokataru, Rawamangun, Jakarta Timur. Foto: kumparan

Trunoyudo mengatakan, pernyataan Sulman Azis, harus dibuktikan. Karena itu, keterangan dari Budi Satria sangat diperlukan agar permasalahan ini dapat diselesaikan.

Dari hasil klarifikasi, kata Trunoyudo, AKBP Budi membantah adanya mobilisasi dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf.

“Sesuai pernyataan Kapolres tidak benar. Kita juga sudah memanggil kapolseknya,” ujar Trunoyudo.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna. Foto: kumparan

Sementara Bawaslu Jawa Barat tengah menelaah pernyataan eks Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Azis, yang menuding atasannya, Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, memobilisasi massa demi memenangkan pasangan nomor urut 01 Jokowi - Ma'ruf Amin. Saat ini, Bawaslu belum bisa menyimpulkan apakah ada pelanggaran dalam polemik ini.

"Ini lagi kita dalami dulu statement-nya. Karena bagaimana pun ini informasi baru beredar kita juga lagi lacak, dalami statement, pernyataan yang disampaikan mantan kapolsek (Sulman) ya," kata Ketua Bawaslu Jawa Barat, Abdulah Dahlan, saat dikonfirmasi, Senin (1/4).

embed from external kumparan