Kapolresta Kendari Minta Maaf Usai Kasat Pertemukan Korban-Tersangka Pemerkosaan

Polresta Kendari menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait video pertemuan korban dugaan pemerkosaan dan perampokan dengan tersangka yang viral di media sosial.
Permohonan maaf tersebut disampaikan Kapolresta Kendari Kombes Pol Safi'i Nafsikin setelah pertemuan antara korban dan tersangka berinisial I (44), yang merupakan mantan suami korban, menjadi sorotan publik.
Dalam video yang beredar, korban terlihat menangis saat dipertemukan dengan tersangka di salah satu ruangan di kantor Polresta Kendari. Dalam rekaman tersebut juga terlihat Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau bersama seorang anggota lainnya.
Safi'i mengatakan pihaknya menyampaikan permohonan maaf apabila dalam peristiwa tersebut terdapat sikap maupun tindakan anggota yang dinilai kurang tepat atau menimbulkan ketidaknyamanan.
“Atas nama pimpinan Polresta Kendari, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait adanya peristiwa yang saat ini menjadi perhatian di media sosial,” ujar Safi'i dalam unggahan akun Instagram @polrestakendari, Minggu (27/9).
“Apabila dalam peristiwa tersebut terdapat sikap maupun tindakan anggota kami yang kurang tepat atau menimbulkan ketidaknyamanan, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” lanjutnya.
Safi'i mengatakan pihaknya menghargai perhatian, kritik, dan masukan yang disampaikan masyarakat terkait peristiwa tersebut.
Menurutnya, kejadian itu akan menjadi bahan evaluasi internal Polresta Kendari untuk meningkatkan profesionalisme, kedisiplinan, serta kualitas pelayanan anggota kepolisian kepada masyarakat.
“Kami menghargai perhatian, kritik, dan masukan dari masyarakat. Peristiwa tersebut akan menjadi bahan evaluasi internal bagi kami untuk terus meningkatkan profesionalisme, kedisiplinan, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan setiap personel Polresta Kendari wajib menjunjung tinggi etika dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Anggota juga diminta mengedepankan pendekatan humanis serta mematuhi ketentuan yang berlaku.
“Kami menegaskan bahwa setiap personel Polresta Kendari dalam melaksanakan tugas harus senantiasa menjunjung tinggi etika, profesionalisme, humanisme, serta mematuhi ketentuan yang berlaku,” tegas Safi'i.
Polresta Kendari, kata dia, berkomitmen melakukan perbaikan sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kepolisian,” pungkasnya.
