Kapolri Berduka Meri Hoegeng Wafat: Beliau Pelita, Teladan Bagi Kami

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Momen kebersamaan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Meri Hoegeng semasa hidupnya. Foto: Polri
zoom-in-whitePerbesar
Momen kebersamaan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Meri Hoegeng semasa hidupnya. Foto: Polri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan duka cita atas wafatnya Meriyati Roeslani Hoegeng atau Meri Hoegeng, istri Kapolri pertama RI, Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Kepergian Meri menjadi duka yang mendalam baginya, maupun institusi Polri.

"Saya selaku Kapolri beserta Ketua Umum Bhayangkari, mewakili seluruh keluarga besar institusi Polri dan Bhayangkari, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ibu Meriyati Roeslani Hoegeng (Eyang Meri), istri tercinta dari Alm. Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso," kata Sigit dalam keterangan yang diterima, Selasa (3/2).

Bagi Sigit, Eyang Meri tak hanya sekadar pelaku sejarah, tapi juga pelita teladan. Almarhumah, kata Kapolri, telah banyak memberi inspirasi bagi para generasi penerus Polri.

Pekerja menata karangan bunga di rumah duka almarhum Meriyati Roeslani Hoegeng, Depok, Jawa Barat, Selasa (3/2/2026). Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO

"Polri sangat kehilangan sosok Eyang Meri. Beliau bukan sekadar saksi sejarah, tetapi juga pelita keteladanan bagi kami. Semasa hidupnya, beliau menjadi inspirasi nyata bagi seluruh generasi penerus Polri dan Bhayangkari untuk terus menjaga marwah institusi," ujarnya.

Sigit turut mendoakan almarhumah serta untuk keluarga yang ditinggalkan.

"Sekali lagi, kami sampaikan duka cita yang mendalam. Semoga segala jasa dan amal ibadah almarhumah diterima, serta beliau mendapatkan tempat mulia di sisi Allah SWT," tuturnya.

Keluarga dan kerabat mengangkat jenazah Meriyati Roeslani Hoegeng saat tiba di rumah duka, Depok, Jawa Barat, Selasa (3/2/2026). Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO

"Kepada keluarga besar yang ditinggalkan, semoga senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan," tambah dia.

Meri Hoegeng wafat pada usia 100 tahun karena sakit. Sebelum meninggal, ternyata ia sudah 2 kali dirawat di rumah sakit. Ia mengembuskan napas terakhirnya di RS Polri Kramatjati pada Selasa (3/2) pukul 13.24 WIB.

Almarhumah rencananya akan dimakamkan di TPU Giri Tama, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Rabu (4/2). Liang lahatnya berada di samping sang suami, almarhum Hoegeng.