Kapolri Cium Tangan Megawati di Ultah Istri Jenderal Hoegeng
·waktu baca 2 menit

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bertemu Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Dari foto yang beredar, saat bertemu, Sigit langsung memberi hormat kemudian mencium tangan Megawati.
Adapun pertemuan itu terjadi saat Sigit dan Megawati sama-sama menghadiri peringatan hari ulang tahun Meriyati Roeslani, istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, di kawasan Depok pada Senin (23/6).
Cucu Hoegeng, Rama Hoegeng, menyampaikan apresiasi terhadap Sigit dan jajarannya yang telah datang bersilaturahmi. Dia juga mengapresiasi Sigit yang sempat berziarah ke makam Hoegeng di Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giritama, Bogor.
"Sekali lagi terima kasih Pak Kapolri sudah berziarah ke makam almarhum eyang kami, Eyang Hoegeng, dan ini menjadi sejarah untuk pertama kalinya Kapolri, seorang Kapolri berziarah ke makam almarhum," kata dia.
Sementara itu, Meriyati juga menyampaikan terima kasih kepada Sigit yang sudah memberi perhatian kepada keluarganya.
"Saya hanya bisa berdoa semoga semuanya keadaan sehat dan dalam lindungan Allah SWT. Sekali lagi terima kasih, terima kasih," ujar dia.
Pertemuan Megawati dan Kapolri
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri beberapa kali menyinggung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam pidatonya. Ia mengatakan ingin bertemu Sigit namun tidak pernah diterima.
Keinginannya bertemu Sigit untuk membahas Pemilu 2024. Ia merasa partainya diperlakukan tidak adil.
"Saya hanya ingin tahu argumentasinya beliau bahwa kok. Saya bilang saya negara bangsa, rakyat saya juga tentu juga sah, partai saya juga sah KPU memberikan keputusan kita boleh ikut Pemilu ya terang saya boleh nanya kenapa gua aja yang digubrek-guberk gitu?" ucap Megawati di DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, 26 Agustus 2024.
"Ini kan kalian enggak berani ngomong. Saya enggak punya beban, apa? Mau diapa? Target? Tangkap?" tutur dia.
Sigit sempat menanggapi keinginan Megawati tersebut pada September 2024. Ia menilai Megawati menyebut namanya sebagai bentuk sayang.
“Ya saya kira memang beliau sayang dengan saya. Jadi dulu memang kita sering berkomunikasi, tapi sampai saat ini kami juga masih berkomunikasi walaupun mungkin dengan teman-teman yang ada di kader partai, putri beliau, Mas Bambang, dan yang lain-lain,” ujar Sigit kepada wartawan di IKN, Kamis (12/9).
“Yang jelas, itu hal yang biasa dan itu bentuk sayangnya seorang ibu terhadap anak,” tambahnya.
