Kapolri Curiga Hoax soal Penculikan Anak Terkait Pilkada

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Kapolri Tito Karnavian. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kapolri Tito Karnavian. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Kabar adanya penculikan anak untuk dijual organnya, dibantah Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dia menegaskan isu yang beredar melalui sosial media dan pesan elektronik berantai itu adalah berita bohong atau hoax.

Tito mengaku sudah menanyakan isu penculikan anak kepada seluruh kepala kepolisian daerah. "Saya yakinkan, saya sudah cek di Manado, Sumatera Utara dan beberapa wilayah lain termasuk Jakarta. Berita tersebut adalah hoax, tidak benar," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/3).

Berita bohong itu, diduga Tito, sengaja dihembuskan oknum tertentu. Tujuannya, agar masyarakat semakin tidak percaya kepada pemerintah.

"Jadi mungkin ada pihak ketiga yang sengaja untuk menaikkan isu-isu memprovokasi, isu-isu negatif ini, untuk menimbulkan keresahan. Apalagi ada masa Pilkada. Menakuti masyarakat untuk mendeligitimasi wibawa pemerintah," ujar Tito.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini pun meminta masyarakat agar tidak mudah termakan kabar yang menyebar melalui sosial media. Namun, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. "Jangan over reaktif dan panik, klarifikasi dengan Kepolisian," jelasnya.

Baca juga : Hoaxbuster: Tidak Ada Penculikan dan Penjualan Organ Tubuh di Manado