Kapolri dan Panglima TNI Monitor Perayaan Tahun Baru: Aman dan Lancar

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto monitoring langsung pengamanan tahun baru 2024. Menurut Kapolri pergantian tahun ini berjalan dengan aman.
"Baru saja kami bersama-sama dengan Bapak Panglima dan seluruh jajaran melaksanakan pengecekan secara langsung terkait dengan kesiapan terakhir, sekaligus kondisi terakhir kegiatan pengamanan menjelang pergantian tahun," ujar Listyo Sigit kepada wartawan di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (31/12).
"Jadi secara umum tadi disampaikan bahwa Alhamdulillah semuanya masih berjalan aman dan lancar," ucap Listyo.
Pada pengamanan Natal dan malam tahun baru, tercatat adanya kegiatan ibadah di Gereja serta adanya pergerakan masyarakat ke objek wisata.
Total personel yang diterjunkan untuk pengamanan malam tahun baru sebanyak 44.734 di 984 titik.
"Tercatat malam ini ada kurang lebih 984 titik kumpul yang sudah dilaporkan, dan ada 44.734 personel gabungan yang kita gelar untuk melaksanakan pengamanan khusus untuk kegiatan malam tahun baru ini," ucapnya.
Perayaan Tahun Baru di Papua Berjalan Aman
Kondisi yang sama juga terpantau terjadi di Papua. Menurut Listyo Sigit, pergantian tahun di wilayah timur Indonesia itu berjalan aman terkendali. Masyarakat banyak yang merayakan pergantian tahun di Jembatan Merah Youtefa dan Holtekam.
"Tentunya dari beberapa informasi yang tadi kita laksanakan pada saat vicon (video conference), alhamdulillah khususnya wilayah Papua tadi Kapolda, Pangdam melaporkan bahwa situasi sudah terkendali," ujar dia.
"Masyarakat di sana juga malam ini ada yang melaksanakan kegiatan merayakan kegiatan puncak akhir tahun di Jembatan Merah (Youtefa) dan Holtekam," sambungnya.
Situasi di Papua sempat memanas dan menarik perhatian. Musababnya, ada kericuhan yang terjadi saat iring-iringan jenazah eks Gubernur Papua Lukas Enembe pada Kamis (28/12).
Kericuhan pertama saat jenazah diarak ke tempat persemayaman di lapangan STAKIN. Kericuhan kedua terjadi saat jenazah dibawa ke Koya Tengah. Massa menyerang aparat. Mereka juga membakar bangunan dan kendaraan.
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Izak Pangemanan mengungkap penyebab kericuhan iring-iringan jenazah mantan Gubernur Papua Lukas Enembe. Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi karena massa disusupi pihak yang ingin membuat Papua kacau.
"Rombongan yang mengantar jenazah dari Sentani ke Koya disusupi oleh orang-orang yang menginginkan Papua ini kacau," ujar Izak kepada wartawan di Papua, Jumat (29/12).
