Kapolri Hadiri Haul Guru Tua Al Habib Idrus, Ingatkan Keamanan RI

Mengisi waktu akhir pekan, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian terbang ke Palu, Sulawesi Tengah untuk menghadiri peringatan haul ke-50 wafatnya pahlawan sekaligus ulama kharismatik Guru Tua Al Habib Assayyid Idrus Bin Salim Aljufri. Kapolri datang bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang tiba di lokasi acara yaitu Lapangan Kompleks Alkhairaat Pusat, Palu pukul 09.45 WITA.
Menurut Karopenmas Mabes Polri Brigjen M Iqbal dalam keterangan yang diterima kumparan, Sabtu (30/6), pada acara tersebut Kapolri sempat menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, Kapolri mengatakan AlKhairaat banyak membantu Kepolisian dalam menanggulangi konflik di Poso hingga terciptanya situasi Poso yang aman dan kondusif.
"Selain itu, Kapolri menyampaikan bahwa pembangunan negara ini tidak dapat berjalan dengan lancar jika situasi keamanan terganggu," kata M Iqbal.
"Oleh karena itu, dengan sinergisitas Polri, TNI dan ulama khususnya AlKhairaat diharapkan dapat menciptakan situasi kamtibmas aman dan kondusif," lanjut dia.

Kapolri juga menginformasikan bahwa Indonesia akan menyelenggarakan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang serta IMF Forum di Bali.
"Meskipun acara tersebut bukan di Palu, Kapolri berharap masyarakat dapat turut serta mendukung kesuksesan jalannya agenda internasional tersebut dengan menjaga stabilitas kamtibmas di Sulawesi Tengah," bebernya.
Sementara Panglima TNI menyampaikan permohonan maaf dari Presiden Joko Widodo yang berhalangan hadir ke Palu karena menyambut Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad. Oleh karena itu, Jokowi mengutus Kapolri dan Panglima TNI untuk hadir.
"Sejalan dengan Kapolri, Panglima TNI juga menekankan kembali pentingnya persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan stabilitas keamanan," ucap M Iqbal.
"Hal ini merupakan yang paling penting sebagaimana pentingnya pada kesehatan. Karena tidak ada negara maju tanpa didukung adanya stabilitas nasional," paparnya.

Sedangkan dalam sambutan Ketua Yayasan Alkhairaat, Prof DR Ir H Fadel Muhammad Al Hadad, Lembaga Pendidikan Islam Al Khairaat merupakan lembaga pendidikan Islam terbesar di Indonesia. Lembaga ini memiliki dua tujuan yaitu dakwah dan pendidikan.
Lalu Gubernur Sulawesi Tengah Drs H Longki Djanggola menekankan kesadaran untuk menghargai dan menerima perbedaan. Agar tidak saling merendahkan dan menjauhi satu sama lain. Karena dapat menjadi kekuatan kemajuan pembangunan Indonesia pada khususnya untuk akselerasi menjadi daerah yang maju, mandiri dan berdaya saing.
Sambutan ditutup dengan ceramah dari Habib Saggaf Bin Muhammad Al Jufri yang merupakan Ketua Utama Alkhairaat. Habib meminta kepada seluruh masyarakat untuk terus mencari ilmu tidak hanya ilmu agama, namun juga ilmu kehidupan bermasyarakat.
"Terutama masalah kerukunan dan toleransi yang luar biasa sebagaimana yang dikatakan oleh Guru Tua dalam syairnya yang maknanya jangan sekali-kali Anda menyatakan saya lebih baik dari kamu, apakah itu seorang muslim atau nonmuslim karena belum tentu anda lebih baik dari orang yang nonmuslim sekarang ini," ungkap M Iqbal.
Selain itu, Habib juga mengingatkan kepada seluruh guru di Indonesia jangan merasa kecil hati di tempatkan di pelosok dengan honor yang kecil sekali. Karena sesungguhnya Allah SWT, para malaikat dan seluruh penduduk di bumi dan di langit turut mendoakan manusia yang mengajarkan kebaikan kepada sesama manusia dan itu merupakan suatu keistimewaan.

Di akhir ceramahnya, Habib menjamin selama Alkhairaat masih ada di pelosok negeri insyaallah aman. Alkhairaat akan mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Mendukung yang namanya persatuan, kesatuan, gotong royong bahkan ini adalan suatu kewajiban bagi Alkhairaat sebagai wujud kecintaan kepada Guru Tua atas warisan ajaran yang telah diberikan," tuturnya.

Acara diakhiri dengan ziarah ke makam Guru Tua Al Habib Assayyid Idrus Bin Salim Aljufri. Kegiatan berjalan dengan lancar dan aman.
Alkhairaat merupakan Lembaga Pendidikan Islam yang berdiri dan dirintis oleh Habib Assayid Idrus Bin Salim Aljufri yang juga dikenal dengan Guru Tua sejak Tahun 1933. Hingga saat ini lembaga pendidikan Islam Al khairat terus berkembang dan menjadi besar serta ada di seluruh Indonesia.
Peringatan Haul ke-50 tahun ini juga dimeriahkan dengan festival raudhah. Festival itu meliputi pameran kuliner, kerajinan khas Kota Palu serta berbagai lomba kesenian religi.
Kapolri hadir didampingi sejumlah jajaran Mabes Polri yaitu, Asopd kapolri Irjen Pol Deden Juhara, Wakabaintelkam Irjen Pol Lutfi Lubihanto, Karo provos Divpropam Polri Brigjen Drs Refendi Andri, Karo Penmas Divhumas Brigjen Pol Muhammad Iqbal.
Adapun pejabat yang turut hadir dalam kegiatan tersebut Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Madsuni, Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Drs Ermi Widyatno, Gubernur Sulawesi Tengah Drs H Longki Djanggola, beserta Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah serta Bupati dan Walikota se-Provinsi Sulawesi Tengah, Plt serta seluruh pejabat Pengurus Yayasan Alkhairaat dengan total 2500 orang.
