Kapolri Ingatkan Kader Pemuda Pancasila soal Politik Identitas di 2024

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri peresmian kantor Majelis Pimpinan Nasional (MPP) Pemuda Pancasila, di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/10/2022). Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri peresmian kantor Majelis Pimpinan Nasional (MPP) Pemuda Pancasila, di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/10/2022). Foto: Haya Syahira/kumparan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan sambutan dalam peresmian gedung Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila. Dalam pidatonya, Sigit menyinggung bagaimana Pancasila bisa menyatukan banyak pihak, terlepas dari jabatan dan status ekonominya.

"Bagi saya ini suatu keterpanggilan mana kala kita sudah bicara Pancasila, kita boleh berangkat dari mana saja. Tadi disampaikan kita berangkat dari bawah, kita berangkat dari tukang becak, ada juga yang tadi jadi pengusaha, ada juga yang jadi menteri, ada yang juga menjadi pemimpin nasional," kata Sigit di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/10).

"Tapi kalau kita sudah bicara Pancasila, walaupun kita berbeda-beda kita tetap satu dan satu di dalam ideologi Pancasila," lanjutnya.

Sigit kemudian menyinggung soal potensi politik identitas menjelang Pilpres 2024. Ia bahkan sempat meminta maaf kepada Gubernur DKI Anies Baswedan saat menyinggung soal politik identitas jelang 2024.

"Jadi ini kesempatan saya untuk mengingatkan, mohon maaf ada Pak Anies dan rekan-rekan yang sebentar lagi kita masuk di dalam tahun politik, tahun 2019 kita sudah merasakan bagaimana waktu itu kita asyik terlarut dengan kondisi pemenangan terhadap calon masing-masing, sehingga kemudian kita menggunakan cara-cara yang kemudian kita rasakan ini sampai saat ini menjadi salah satu sumber perpecahan, memanfaatkan menggunakan politik identitas," jelasnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri peresmian kantor Majelis Pimpinan Nasional (MPP) Pemuda Pancasila, di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/10/2022). Foto: Haya Syahira/kumparan

Oleh karena itu, ia mengingatkan agar tidak ada lagi yang menggunakan politik identitas di 2024. Menurutnya, acara Pemuda Pancasila merupakan kesempatan yang baik untuk menyampaikan pesan tersebut.

"Jadi ini kesempatan saya tentunya mengingatkan di tahun 2024 ini para pemimpin, calon pemimpin nasional dari masing-masing partai, ada yang calon presiden. Mumpung saya bisa ngomong, Pak," kata Sigit diikuti tepuk tangan peserta yang hadir.

Sigit melanjutkan, persatuan juga disinggung dalam Pancasila, khususnya di sila ketiga. Sehingga ketika berbicara politik, maka yang harus disampaikan kepada masyarakat adalah politik dan ideologi. Pancasila.

"Sehingga apa? Dengan demikian kita bisa menghindari perpecahan, kita bisa menghindari terjadinya polarisasi karena ke depan yang kita butuhkan adalah persatuan dan kesatuan," ujarnya.

Terakhir, Sigit berterima kasih karena telah diundang dalam acara peresmian gedung baru PP.

"Saya ucapkan terima kasih atas undangan yang diberikan kepada kami dan suatu kehormatan kami mendapatkan kesempatan untuk bersama-sama meresmikan gedung baru," pungkasnya.