Kapolri ke Polisi: Hilangkan Pungli dan 'Setoran' ke Atasan
·waktu baca 2 menit

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bakal menindak seluruh anggotanya yang kedapatan melakukan pungutan liar (pungli). Termasuk soal adanya sistem 'setoran' ke atasan.
"Kita-kita yang atasan-atasan ini juga harus mengurangi hal-hal atau menghilangkan hal-hal yang membuat anggota kemudian memiliki alasan untuk melakukan pungli karena alasannya untuk melakukan setoran ke atasan. Ini tolong ditiadakan," ujar Sigit dikutip dari Instagram @listyosigitprabowo, Senin (24/10).
Kemudian, lanjut Sigit, dia juga telah memerintahkan AsSDM Polri, Irjen Wahyu Widada, untuk melakukan pengawasan dan penindakan terkait hal itu. Terlebih lagi, persoalan pungli dalam proses pendaftaran di Akademi Kepolisian (Akpol) maupun soal kenaikan jabatan.
"Saya kira Pak AsSDM sudah melakukan, enggak ada yang namanya mau masuk sekolah bayar, mau dapet jabatan bayar. Dan ini sudah saya cek di Mabes tidak ada seperti itu termasuk juga kalau ada yang bawa-bawa nama saya tolong tangkap, laporkan," tegas dia.
Selain itu, Sigit juga meminta kepada seluruh Polda dan Polres di Indonesia agar masalah pungli dan setoran itu turut ditegakkan.
Tolong di Polda, di Polres lakukan hal yang sama, tidak ada untuk menempatkan jabatan harus bayar, tidak ada untuk supaya seseorang untuk sekolah harus bayar. Hilangkan hal-hal yang seperti itu.
--Kapolri Jenderal Listyo Sigit
Lebih jauh, Sigit memerintahkan jajaran Divpropam Polri untuk melakukan pengawasan ketat. Dia menegaskan, seluruh anggota yang kepadatan terlibat pungli bakal dicopot.
“Itu saya minta propam betul-betul awasi, saya masih mendengar hal-hal seperti itu, kalau masih ada saya turunkan Propam, langsung saya copot. Tolong ini menjadi perhatian,” pungkasnya.
