Kapolri Minta Densus Pertahankan Zero Terrorist Attack di Tengah Eskalasi Global

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rapat Kordinasi Polri Operasi Ketupat 2026 di PTIK, Jakarta Selatan. Foto: Dok. Humas Polri
zoom-in-whitePerbesar
Rapat Kordinasi Polri Operasi Ketupat 2026 di PTIK, Jakarta Selatan. Foto: Dok. Humas Polri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan Densus 88 Antiteror Polri meningkatkan kewaspadaan penuh menjelang Idul Fitri 1447 H.

Ia meminta jajarannya mempertahankan capaian zero terrorist attack yang berhasil dijaga selama tiga tahun terakhir, di tengah memanasnya situasi global.

Instruksi itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Auditorium Mutiara, STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Jaksel, Senin (2/3).

Dalam arahannya, Sigit menegaskan ancaman terorisme tetap menjadi perhatian serius Polri, terutama di tengah dinamika geopolitik internasional.

“Terkait dengan aksi teror, ini juga tentunya menjadi perhatian kita. Di tahun 2023 sampai 2026 kemarin, kita berhasil untuk mencegah terjadinya aksi serangan teror. Artinya kita terus melakukan berbagai macam upaya mulai dari preventive strike,” kata Jenderal Sigit.

Ia menyinggung situasi di Timur Tengah, termasuk eskalasi konflik yang melibatkan AS-Israel vs Iran. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu simpatisan atau sel tidur di dalam negeri.

Apalagi Iran telah mengibarkan bendera merah sebagai simbol pembalasan dan pertanda serangan yang terjadi di Iran. Ini tentunya menjadi PR bagi rekan-rekan khususnya Densus, untuk bisa mempertahankan Zero Terrorist Attack,” ujar Kapolri.

Seseorang menunjuk ke halaman di situs web Flightradar 24 yang menunjukkan penerbangan sipil menghindari wilayah udara Iran dan Irak, di Paris pada 1 Maret 2026. Foto: ANNA KURTH/AFP

Karena itu, ia meminta penguatan sinergi dengan unsur intelijen, TNI, dan pemerintah daerah guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif selama periode mudik dan Lebaran 2026.

“Tolong ini betul-betul kerja sama yang baik dengan seluruh jajaran Intelijen, kemudian koordinasi dengan rekan-rekan dari TNI, Pemerintah Daerah, bagaimana kita memantau pendataan ulang terkait dengan kelompok-kelompok teroris dan aktif teror yang saat ini sedang kita ikuti,” pungkasnya.

Operasi Ketupat 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026 dengan melibatkan 161 ribu personel gabungan untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik.