Kapolri: Polri Gotong Royong Iuran untuk Korban Gempa NTT, Terkumpul Rp 12,68 M

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Preside Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan dampak gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) di  Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Preside Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan dampak gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, Polri telah mengumpulkan iuran dari para anggota untuk membantu korban terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dana yang terkumpul mencapai Rp 12,68 miliar.

Hal itu disampaikan Sigit dalam rapat koordinasi penanganan bencana yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8).

"Kami gotong royong iuran, Pak, para anggota, saat ini kami titip nanti ke Pak Kapolda Rp 12,68 miliar, Pak. Untuk membantu kegiatan-kegiatan yang sifatnya diperlukan, karena mungkin Kapolda juga membutuhkan," jelas Sigit.

Kemensos dirikan tiga titik dapur umum dan salurkan ribuan paket bantuan logistik untuk korban gempa di Manggarai Timur, NTT, Kamis (20/8/2026). Foto: Dok. Kemensos

Selain mengumpulkan dana, Polri menyiapkan sejumlah posko dan fasilitas untuk mendukung penanganan korban gempa. Sigit mengatakan posko cadangan juga telah disiapkan di sejumlah Polres yang terdampak.

"Kami juga membangun 20 posko tanggap darurat, dan 9 posko kesehatan, 9 posko trauma healing, dan 45 unit tenda Polri, 10 unit water treatment, dan 7 unit randal dapur," ungkap dia.

Polri juga menghimpun bantuan logistik dari Mabes Polri dan sejumlah Polda untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Baik dari Mabes, Polda-Polda, Pak, kami juga menghimpun logistik untuk kita tempatkan di posko-posko tambahan tersebut, Pak. Kurang lebih ada 284,54 ton, Pak, sampai saat ini," tuturnya.