Kapolri: Saya Tidak Seberuntung Johnny Menjadi Ajudan Presiden

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ajudan Presiden dan ajudan kapolri (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Ajudan Presiden dan ajudan kapolri (Foto: Istimewa)

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo memilih Kombes Johnny Eddizon Isir sebagai ajudannya. Menurut Tito, pengangkatan Johnny yang asli Papua itu membuktikan bahwa Jokowi pribadi yang nasionalis.

"Kami bersyukur Presiden memilih dia di samping beberapa calon lain, karena ini menunjukkan Pak Presiden sangat memperhatikan Papua dan memilih Johnny, saya yakin menunjukkan rasa nasionalisme beliau," kata Tito usai mempimpin pelantikan kenaikan pangkat luar biasa anggota kepolisian di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (17/8).

Tito melanjutkan, keberanian Presiden Jokowi memilih Johnny yang menganut agama Protestan juga merupakan simbol persatuan di Indonesia. "Presiden sangat nasionalis karena ia juga tidak melihat, mohon maaf, latar belakang agamanya yang bukan muslim. Ini yang buat saya bangga, kita beragam tapi tetap satu Indonesia," ujar dia.

Tito menjelaskan, menjadi ajudan presiden itu tidak mudah. Sebab, mereka harus lolos serangkaian seleksi seperti tes fisik, kejiwaan, intelektual, dan kepribadian. "Tapi yang paling utama, dia harus bisa satu , dan ngeklik sama Bapak Presiden. Tidak banyak orang yang punya kesempatan ini," kata Tito.

Menurut Tito, tidak semua orang punya kesempatan menjadi ajudan Presiden, termasuk dia. "Saya pun enggak seberuntung dia menjadi ajudan Presiden," ujar Tito.

Meski demikian, Tito percaya Johnny punya kualitas yang baik. Sebab Johnny merupakan putra Papua pertama peraih Adhi Makayasa, penghargaan bergengsi di Akademi Kepolisian. "Itu sejarahnya pertama kali anak Papua jadi juara nomor 1 Adhi Makayasa," ujar dia.

Selain itu, Tito menilai prestasi Johnny selama di lapangan bagus dan secara intelektual. Johnny merupakan lulusan master Universitas Wollongong di Sydney, Australia. "Dapat gelar master di sana, jadi memiliki pengetahuan internasional yang cukup baik," kata Tito.

Melihat prestasi Jhonny, Tito lantas mengimbau seluruh anggota kepolisian untuk tidak kalah berprestasi. "Saya minta rekan-rekan Polri se-Indonesia kalau ingin sekolah tanpa tes, naik pangkat, atau promosi jabatan, saya sangat menghargai prestasi. Jadi silakan berprestasi sebanyak-banyaknya. Saya rindu sekali melihat Polri berprestasi," kata Tito.