Kapolri Siapkan Pembangunan Sumur Bor di Aceh Tamiang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam acara pemusnahan total 214,84 ton barang bukti narkoba di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2025). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam acara pemusnahan total 214,84 ton barang bukti narkoba di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2025). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan pemerintah pusat memberi perhatian serius terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana di Aceh dan Sumatera, khususnya terkait ketersediaan air bersih di wilayah Aceh Tamiang.

Hal itu disampaikan Kapolri saat konferensi pers tanggap bencana Sumatera di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/12).

"Terkait dengan kebutuhan air bersih ya, khususnya di Tamiang ini juga menjadi perhatian Bapak Presiden. Oleh karena itu, tadi sudah kita sampaikan bahwa khusus Tamiang, kami mempersiapkan untuk membangun fasilitas sumur bor, 209 [titik]. Namun demikian bisa lebih, karena saat ini anggota-anggota kita terus melakukan penelusuran di wilayah mana saja yang masih membutuhkan air bersih," kata Listyo.

Sebuah boneka yang terbawa hanyut akibat banjir di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (11/12/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Listyo menjelaskan, langkah pembangunan sumur bor itu dilakukan karena air bersih menjadi kebutuhan paling mendasar bagi warga di lokasi terdampak bencana. Menurutnya, ketersediaan air tidak hanya penting untuk konsumsi, tetapi juga untuk menjaga kesehatan masyarakat.

"Jadi, kita memahami memang air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang sangat mendasar karena digunakan untuk berbagai macam kebutuhan. Baik mulai dari air minum, mandi, MCK, dan juga mencegah mulai munculnya hal-hal yang mungkin bisa menimbulkan dampak penyakit kulit," ujarnya.

Warga mencari barang-barang di dekat rumahnya yang rusak akibat banjir di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (11/12/2025). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Ia menegaskan, upaya pemenuhan kebutuhan air bersih tersebut merupakan arahan langsung Presiden yang meminta seluruh jajaran terkait untuk aktif memetakan wilayah-wilayah yang masih kekurangan pasokan air.

"Oleh karena itu, ini menjadi perhatian Bapak Presiden dan kita diminta untuk terus mencari titik-titik mana yang membutuhkan air bersih," tandas dia.