Kapolri soal Bentrok Ormas di Bitung: Jangan Memecah Belah Kerukunan yang Ada

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan kata pengantar pada agenda upacara serah terima jabatan perwira tinggi Polri di Mabes Polri, Jumat (31/3). Foto: Dok. Polri
zoom-in-whitePerbesar
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan kata pengantar pada agenda upacara serah terima jabatan perwira tinggi Polri di Mabes Polri, Jumat (31/3). Foto: Dok. Polri

Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo buka suara soal konflik antar ormas mengaku pro-Israel dan pro-Palestina di Bitung, Sulawesi Utara, Sabtu (25/11).

“Sampai dengan hari ini Pangdam, Kapolda, dan seluruh stakeholder bersama-sama bekerja untuk mengimbau agar peristiwa yang terjadi tidak terulang lagi,” kata Listyo saat ditemui di Hotel Grand Sahid, Senin (27/11) usai menghadiri acara Deklarasi Pemilu Damai Bawaslu.

Insiden bentrok ini awalnya terjadi saat massa pro-Palestina melakukan aksi damai.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Senin (27/11/2023). Foto: Haya Syahira/kumparan

Ketika massa bubar, ada sekelompok massa yang bersenjata tajam dan membawa bendera Israel menganiaya peserta aksi bela Palestina. Bahkan sebuah ambulans juga ikut dirusak. Pada malam harinya, massa bela Palestina ganti mencari massa pro-Israel yang menganiaya rekan mereka sebelumnya.

Untuk itu, Listyo pun meminta agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari dengan meminta warga tidak mudah terprovokasi.

“Jadi menjaga persatuan dan kesatuan berangkat dengan dengan adanya provokasi-provokasi. Jangan membuat kemudian memecah belah kerukunan yang ada,” tuturnya.

MUI Minta Polisi Tegas

Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara khusus meminta agar polisi bersikap tegas agar isu ini tidak meluas.

"Polisi tidak boleh lamban menangani. Tidak boleh gamang. Jangan ragu menangani tindak kriminal, jangan tunggu besar," kata Ketua Komisi Fatwa MUI KH Asrorun Niam, Senin (27/11).

Kata Niam, apabila polisi lamban, isu ini dikhawatirkan bisa meluas. Jangan sampai hal itu terjadi.

"Kalau lamban menangani bisa membesar, dan aparat punya tanggung jawab. Jangan kalah sama pelaku kriminal yang memprovokasi dan melakukan tindakan yang bertentangan dengan konstitusi," ujar Niam.

Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI, KH Cholil Nafis, sebelumnya juga menyuarakan hal serupa.

"Biar tidak simpang siur dan tidak ada yang melanggar konstitusi bahwa Indonesia menolak penjajahan di Palestina dan tidak ada yang membela Israel maka bentrokan ini harus diproses hukum dan ditindak seadil-adilnya. Jangan sampai di sini ada yang pro-penjajahan," kata Kiai Cholil di akun X.