Kapolri soal Karhutla di Kalimantan: Beberapa Nama Sudah Kita Amankan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pimpin upacara Hari Juang Polri 2026 di Monumen Polisi Istimewa, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (21/8/2026), untuk kobarkan semangat pengabdian bagi kemajuan bangsa. Foto: Dok. Polri
zoom-in-whitePerbesar
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pimpin upacara Hari Juang Polri 2026 di Monumen Polisi Istimewa, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (21/8/2026), untuk kobarkan semangat pengabdian bagi kemajuan bangsa. Foto: Dok. Polri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan tengah diselidiki. Selain itu, Polri juga membantu proses pemadaman.

"Saat ini yang sedang kita lakukan, ada pemadaman, sekaligus juga ada kita melakukan penyelidikan dan investigasi terkait dengan peristiwa yang terjadi," kata Listyo usai acara peresmian Gedung KSPSI AGN Jawa Timur di Surabaya, Jumat (21/8).

Listyo menyebut, Polri telah mengantongi beberapa nama yang diduga berkaitan dengan karhutla di Kalimantan.

"Ini beberapa nama sudah kita amankan," ucapnya.

Karhutla di sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan terus meluas dan memicu berbagai persoalan. Selain memperburuk kualitas udara, kabut asap tebal juga menyebabkan jarak pandang turun drastis di sejumlah wilayah.

Di beberapa daerah, jarak pandang dilaporkan hanya tersisa sekitar 10 meter. Kondisi serupa terjadi di sejumlah titik yang terdampak parah, termasuk Banjarbaru dan Kalimantan Selatan. Kabut asap bahkan mengganggu aktivitas masyarakat serta transportasi darat dan udara.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebaran titik panas atau hotspot di Kalimantan. Jumlah tertinggi berada di Kalimantan Tengah dengan 767 titik, disusul Kalimantan Barat sebanyak 560 titik. Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing tercatat memiliki 74 titik, sedangkan Kalimantan Utara memiliki tiga titik.