Karamnya Kapal Selam ARA San Juan: Ditemukan di Atlantik Setelah Setahun

Tragedi karamnya kapal selam milik angkatan laut dunia beberapa kali terjadi di era modern. Usai insiden kapal selam Kursk milik Rusia pada 2000 lalu, insiden serupa juga menimpa ARA San Juan, kapal selam milik angkatan laut Argentina, yang karam pada 16 November 2017.
Kapal buatan Jerman yang mengangkut 44 awak tersebut hilang di lautan Atlantik Selatan. Juru Bicara Angkatan Laut Argentina Enrique Balbi menyebut, sinyal terakhir dikirimkan ARA San Juan dari 432 kilometer lepas pantai Patagonian.
Angkatan Laut Argentina mendeteksi tujuh sinyal satelit singkat yang mungkin berasal dari kapal selamnya yang hilang pada 19 November.
Dilansir Associated Press, dari tujuh sinyal satelit singkat tersebut, Angkatan Laut Argentina menyimpulkan adanya indikasi bahwa “kru kapal selam telah mencoba membangun kembali kontak yang terputus”. Namun belakangan, hal tersebut diralat.
Pada 1 Desember 2017, pihak Argentina mengumumkan telah menghentikan upaya penyelamatan terhadap awak kapal selam ARA San Juan tersebut.
Pengumuman tersebut disampaikan Juru Bicara Angkatan Laut Argentina, Enrique Balbi, Jumat (1/12). Balbi mengatakan bahwa “fase pencarian sudah berubah”; dari yang bertujuan menyelamatkan para kru di dalam kapal selam, menjadi ‘hanya’ menemukan sisa kapal selam dari kedalaman Samudera Atlantik.
“Waktu yang terlewat sudah mencapai dua kali lipat dari batasan para kru mungkin untuk diselamatkan,” ucap Balbi dalam konferensi pers di Buenos Aires, seperti dikutip dari Agence France Presse (AFP).
Diduga, karamnya kapal selam ini bermula saat kapten kapal melaporkan masuknya air ke dalam snorkel kapal yang menyebabkan salah satu baterai kapal tersebut mengalami arus pendek. Saat itu, angkatan laut langsung memerintahkan agar ARA San Juan kembali ke pangkalan angkatan laut di Mar del Plata.
Kapten sempat melaporkan bahwa kebocoran berhasil ditangani, namun beberapa jam setelah itu, sebuah ledakan dideteksi tak jauh dari lokasi terakhir kapal selam ARA San Juan.
Bangkai Kapal Ditemukan Setahun Kemudian
Setelah setahun menghilang bagian kapal selam ARA San Juan akhirnya ditemukan. Menurut keterangan Angkatan Laut Argentina bagian kapal selam ARA San Juan ditemukan di kedalaman lebih dari 800 meter di Samudra Atlantik.
Bangkai kapal yang ditemukan telah hancur jadi beberapa bagian sepanjang, 11, 13 dan 30 meter. Diduga kuat kapal selam itu meledak di dalam laut. Bangkai kapal yang berhasil terlihat adalah baling-baling, terpedo, dan bagian atas kapal selam.
Namun, muncul kendala saat proses evakuasi kapal selam tersebut. Sejumlah peneliti mengatakan, untuk mengangkat bangkai kapal selam ARA San Juan dibutuhkan biaya hingga miliaran Dolar Amerika Serikat.
Terkait besarnya biaya pengangkatan, Menteri Pertahanan Argentina Oscara Aguand Oscara Aguand mengatakan, pemerintah kemungkinan besar tak akan melakukan hal tersebut. Medan berat di dasar samudra menjadi alasan lain kenapa bagian kapal laut tersebut tidak diangkat.
Ledakan yang menyebabkan karamnya ARA San Juan itu kemungkinan disebabkan oleh 'konsentrasi hidrogen' yang dipicu masalah arus pendek baterai yang sebelumnya dilaporkan oleh kapten kapal.
