Karangan Bunga Sepanjang 4 Km di Peresmian Graha PENA 98 Mulai Dibersihkan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Karangan bunga Graha Pena 98, kantor persatuan aktivitas 98, yang mengular hingga Jalan Rasuna Said sudah mulai dibersihkan, Senin (20/2).  Foto: Hedi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Karangan bunga Graha Pena 98, kantor persatuan aktivitas 98, yang mengular hingga Jalan Rasuna Said sudah mulai dibersihkan, Senin (20/2). Foto: Hedi/kumparan

Karangan bunga ucapan selamat atas pembukaan kantor Graha Persatuan Aktivis Nasional 98, alias 'Graha PENA 98' mulai dibersihkan pada Senin (20/2).

Karangan bunga dari individu sampai perusahaan itu mengular 4 km dari perempatan Jalan Imam Bonjol hingga Jalan Rasuna Said. Karangan bunga itu merupakan sebagai peringatan pembukaan kantor Graha PENA 98 di Jalan Cokroaminoto 115, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/2).

Dari pantauan kumparan di lokasi, karangan bunga yang mengular hingga kurang lebih 4 kilometer itu mulai ditertibkan. Meski begitu, beberapa karangan bunga itu masih ada yang tegak berdiri.

Sebagian karangan bunga itu sudah diangkut. Ada juga yang hanya ditumpuk di trotoar jalan.

kumparan post embed

Sekjen PENA 98 Adian Napitupulu

Sekjen PENA 98 sekaligus politikus PDIP Adian Napitupulu, Menteri BUMN Erick Thohir hingga Wakil Ketua MPR Bambang Soesatyo hadir dalam acara peresmian Graha PENA 98 pada Minggu kemarin.

Di acara peresmian, PENA 98 juga mendeklarasikan 8 kriteria calon presiden di 2024 yang bisa menjadi rekomendasi publik dan parpol. Pendeklarasian itu disampaikan oleh masing-masing perwakilan pengurus PENA 98 dari beberapa wilayah dari Bali hingga Sulawesi Tenggara.

"Hari ini terkait dengan Pemilu 2024 fenomena apa yang kita lihat hari ini, semua orang berlomba untuk capres-cawapres, itu hak konstitusional, [tapi] seharusnya kita bicara dulu Indonesia yang kita harapkan," kata Adian di Graha PENA 98.

Karangan bunga Graha Pena 98, kantor persatuan aktivitas 98, yang mengular hingga Jalan Rasuna Said sudah mulai dibersihkan, Senin (20/2). Foto: Hedi/kumparan
Karangan bunga Graha Pena 98, kantor persatuan aktivitas 98, yang mengular hingga Jalan Rasuna Said sudah mulai dibersihkan, Senin (20/2). Foto: Hedi/kumparan
Karangan bunga Graha Pena 98, kantor persatuan aktivitas 98, yang mengular hingga Jalan Rasuna Said sudah mulai dibersihkan, Senin (20/2). Foto: Hedi/kumparan

Berikut 8 kriteria capres dari PENA 98

  1. Menjaga Pancasila, berpedoman pada UUD 1945, setia pada NKRI, menghormati keberagaman, dan merawat kebinekaan.

  2. Capres 2024 yakni bukan bagian dari rezim Orde Baru, sebab watak capres dalam kategori itu akan tersandera dalam pemikiran masa lalu. Capres 2024 yang masih tersandera dalam pemikiran, perilaku, apalagi berafiliasi dengan rezim Orde Baru, dipastikan tidak akan mampu membawa Indonesia melangkah maju tanpa beban masa lalu.

  3. Tidak punya rekam jejak terlibat dalam penggunaan politik identitas, jika masyarakat berharap, bermimpi, berkeinginan dan bercita cita Indonesia ke depan menjadi negara modern, multi etnis, multi ras, multi kultur, multi identitas.

  4. Capres yang tidak pernah terlibat dalam pelanggaran HAM.

  5. Tak pernah terlibat dalam kasus korupsi.

  6. Melanjutkan program kerja Presiden Jokowi, sebab keberlanjutan dan kesinambungan program pembangunan oleh tiap pemimpin nasional penting guna memastikan tidak ganti presiden, ganti program.

  7. Pemimpin yang mampu memperjuangkan agenda reformasi dan menyelesaikan pelanggaran HAM berat masa lalu.

  8. Kriteria capres 2024 harus mampu memperkuat ekonomi kerakyatan yang berkeadilan.

Sekretaris Jenderal Persatuan Nasional Aktivis 98 (Sekjen PENA 98), Adian Napitupulu (Kedua dari kiri). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Adian berharap dengan adanya 8 kriteria tersebut, publik tak hanya fokus terhadap nama-nama capres populer. Melainkan dapat memilih sosok dengan visi-misi terbaik yang bisa mengisi reformasi.

"Kita tidak mau mendikte siapa pun, tidak mau mendikte partai, mendikte rakyat. Tapi kita mau menyampaikan ini loh kriterianya, kalau kalian anggap sebagai kebenaran ayo kita jalankan, kalau kurang ayo tambahkan, kalian anggap lebih ya kurangi saja. Karena berbulan-bulan orang cuma bicara nama," kata Adian.