Karding Siapkan Mitigasi bagi Pekerja Migran Imbas Konflik Kamboja-Thailand
25 Juli 2025 19:46 WIB
·
waktu baca 2 menit
Karding Siapkan Mitigasi bagi Pekerja Migran Imbas Konflik Kamboja-Thailand
Karding masih berkoordinasi dengan otoritas Thailand dan Kamboja terkait keselamatan PMI RI di sana.kumparanNEWS

ADVERTISEMENT
Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak konflik bersenjata antara Kamboja dan Thailand terhadap pekerja migran Indonesia di kawasan tersebut.
ADVERTISEMENT
Hal itu disampaikan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding saat ditemui di Gedung Aneka Bakti Kementerian Sosial, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (25/7).
“Ada dampak atau tidak ada dampak, kita harus menyiapkan langkah-langkah mitigasi dengan asumsi berdampak,” kata Karding.
“Karena apa pun itu warga negara kita, sehingga kita harus memastikan negara hadir di sana,” lanjutnya.
Ia menyebut pemerintah saat ini sedang melakukan langkah cepat dan berkoordinasi dengan otoritas Thailand.
Sementara, data resmi mengenai keberadaan WNI di Kamboja belum tersedia lantaran banyak dari mereka berangkat tanpa tercatat secara resmi.
“Yang kita lakukan sekarang ini sedang menyusun langkah cepat. Kita berkoordinasi dengan Thailand,” jelas Karding.
“Karena memang jujur saja kita enggak punya data di Kamboja, karena mereka berangkat tidak terdaftar di kita. Tapi apa pun itu adalah orang Indonesia, harus kita cari jalan supaya kita bantu,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
Hingga saat ini, Karding menuturkan belum ada laporan resmi mengenai kondisi WNI dari Kementerian Luar Negeri, tapi ia menegaskan pemerintah akan tetap menanganinya.
“Sejauh ini belum ada ini dari Kementerian Luar Negeri. Tapi kita pastikan kita akan tangani,” tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyebut Presiden Prabowo Subianto bisa menjembatani Kamboja dan Thailand yang sedang berkonflik di perbatasan. Ia berharap pemerintah bisa menenangkan kedua negara.
“Untuk urusan Kamboja dan Thailand, saya pikir hubungan Indonesia terhadap dua negara itu cukup baik. Mudah-mudahan Kementerian Luar Negeri maupun Presiden Indonesia juga bisa menjembatani agar hubungan kedua negara itu akan tetap baik,” ucap Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat (25/7).
ADVERTISEMENT
Ia pun mengimbau para WNI yang berada di kedua negara tersebut untuk tenang.
Konflik kedua negara itu pecah pada Kamis (24/7) kemarin. Korban tewas akibat konflik di perbatasan mencapai 14 orang dari sisi Thailand. Sementara, Kamboja baru melaporkan satu korban tewas akibat baku tembak yang terjadi sejak Kamis pada hari Kamis itu.
Kementerian Dalam Negeri Thailand mengatakan lebih dari 100 ribu orang harus mengungsi akibat konflik ini.
Baik Thailand dan Kamboja masih saling tuduh terkait siapa yang duluan memulai serangan.
