Karhutla di Riau: Warga Resah, Takut Buka Pintu Rumah

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Keluarga, Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, membuat warga sekitar resah. Kepulan asap dari lahan yang terbakar mulai menyelimuti permukiman hingga masuk ke dalam rumah warga.
Pantauan kumparan di lokasi, sejumlah warga mendatangi area kebakaran untuk melihat kondisi api sekaligus mencari sumber asap yang sejak beberapa hari terakhir mengganggu permukiman.
Asap yang semakin pekat membuat sebagian warga memilih menutup rapat pintu dan jendela rumah. Salah satunya warga Perumahan Zaira Permai, Idon Tanjung. Ia mengaku kini jarang membuka pintu rumah karena asap terus masuk ke dalam rumah.
"Kami sudah tidak pernah buka pintu rumah lagi. Kalau dibuka, asap langsung masuk. Di dalam rumah saja masih terasa bau asap," kata Idon kepada kumparan di lokasi, Minggu (23/8).
Idon mengaku semakin khawatir karena di rumahnya terdapat anak kecil. Kondisi asap yang menyengat membuat ia berusaha membatasi paparan asap terhadap keluarganya.
"Yang paling kami khawatirkan anak-anak. Saya punya anak yang masih kecil berusia 3 tahun, jadi kalau asap seperti ini terus terang kami takut. Mau keluar rumah membawa anak juga tidak nyaman," ujarnya.
Menurut Idon, kondisi tersebut membuat aktivitas keluarganya terganggu. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung dari asap justru ikut dipenuhi bau dan kepulan asap.
"Biasanya pintu rumah terbuka, anak bisa bermain. Sekarang pintu harus ditutup terus. Kalau tidak, asap masuk semua," ungkapnya.
Warga lainnya, Eca Yanti, mengatakan dirinya awalnya mencium bau asap dari dalam rumah. Karena semakin menyengat, ia kemudian berkeliling menggunakan sepeda motor untuk mencari sumber asap.
"Tadi pas di rumah tercium bau asap, jadi keliling pakai motor dari mana asal asap, ternyata dari lahan yang terbakar," kata Eca.
Eca mengatakan bau asap sebenarnya sudah tercium sejak sehari sebelumnya. Namun, hari ini kondisi semakin parah karena asap terasa jauh lebih menyengat hingga masuk ke dalam rumah.
"Sebenarnya dari kemarin sudah bau asap, tapi bau asap hari ini sudah sangat menyengat di dalam rumah," ujarnya.
Ia berharap kebakaran segera dipadamkan karena warga mulai khawatir asap semakin tebal dan api meluas ke sekitar permukiman.
"Harapannya cepat dipadamkan. Kami takut kalau semakin besar, asapnya semakin tebal dan masuk terus ke rumah. Kami juga ingin bisa beraktivitas normal lagi tanpa terganggu asap," kata dia.
