Kartel Kolombia Tawarkan Hadiah untuk Kepala Anjing Pelacak Polisi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi German Shepherd (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi German Shepherd (Foto: Pixabay)

Kartel narkotika di Kolombia menawarkan hadiah besar untuk mereka yang bisa membunuh seekor anjing pelacak polisi. Pasalnya anjing ini bikin bisnis haram mereka terganggu dengan kemampuan luar biasanya mengendus narkoba.

Diberitakan Associated Press, anjing bernama Sombra, yang berarti bayangan, telah membantu polisi menggagalkan 245 penyelundupan narkotika di pelabuhan distrik Turbo, wilayah Uraba, Kolombia.

Akibat kemampuan Sombra ini, bisnis kartel narkotika Urabenos terganggu. Tahun ini, Sombra berhasil menggagalkan pengiriman 10 ton kokain ke Eropa milik Urabenos yang disembunyikan di antara peti pisang.

Juga dikenal dengan nama Klan Teluk, Urabenos dianggap sebagai organisasi kriminal paling berbahaya di Kolombia. Pemimpinnya adalah Dairo Antonio Usuga atau Otoniel, buronan nomor satu polisi.

Urabenos lantas membuat sayembara. Bagi mereka yang bisa membawakan kepala Sombra akan mendapatkan hadiah setara Rp 100 juta.

Mengetahui hal ini, polisi langsung memindahtugaskan Sombra ke tempat lain, yaitu bandara utama di ibu kota Bogota. Kota ini dirasa aman karena jauh dari pengaruh kartel narkotika.

Tapi polisi Kolombia tidak ingin ambil risiko. Sombra adalah aset penting mereka yang harus dilindungi. Itulah sebabnya, kini anjing jenis German Shepherd itu selalu dikawal oleh dua polisi.

Kolombia adalah salah satu produsen kokain terbesar di dunia dengan produksi 910 ton per tahun. Upaya memerangi penyebaran kokain tidak hanya memakan korban polisi, tapi juga anjing pelacak.

Menurut data kepolisian nasional Kolombia, dalam 20 tahun terakhir ada 1.800 polisi yang tewas dan beberapa anjing pelacak yang mati dibunuh kartel.