Kasatlantas Polrestabes Surabaya Luka di Bibir saat Ricuh Demo di DPRD Jatim

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Arif Fazlurrahman terkena lemparan saat demo di depan kantor DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya, Jumat (23/8/2024). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Arif Fazlurrahman terkena lemparan saat demo di depan kantor DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya, Jumat (23/8/2024). Foto: Dok. Istimewa

Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Arif Fazlurrahman, terluka di bagian bibirnya terkena lemparan saat demo di depan kantor DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya, Jumat (23/8).

"Tidak tahu ya tiba-tiba botol, sampah, batu, melayang ke kita," ujar Arif saat dikonfirmasi, Jumat (23/8).

Arif mengaku dirinya memaklumi adanya kericuhan saat demo tadi. Ia mengimbau kepada aparat kepolisian untuk tidak bersikap represif dalam aksi tadi.

"Namanya juga adik-adik mahasiswa sedang melaksanakan orasi, ditambah ada provokasi dari oknum sehingga bikin nambah ricuh," ungkapnya.

"Kita sangat paham dan mengerti situasi. Terkadang bisa berubah eskalasi secara cepat, apalagi kegiatan ini sedikit banyak di provokatif oleh oknum," tambah dia.

Ketua DPRD Jatim Kusnadi berpidato saat menemui massa aksi menolak RUU Pilkada di depan kantor DPRD Jawa Timur, Surabaya, Jumat (23/8/2024). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Peserta aksi itu gabungan dari beberapa elemen masyarakat, buruh, hingga mahasiswa dari berbagai kampus, di antaranya dari Universitas Airlangga (Unair), UIN Sunan Ampel Surabaya (Uinsa), Universitas Muhammadiyah Surabaya, dan kampus lainnya.

Demo di depan Kantor DPRD Jawa Timur itu sempat memanas. Massa sempat melempar botol hingga kayu dan batu ke arah kantor DPRD Jawa Timur. Mereka juga menarik kawat berduri yang dipasang melintang di depan kantor DPRD Jawa Timur. Kericuhan itu terjadi dua kali.

Salah satu orator lalu berteriak menggunakan mikrofon mengingatkan agar tidak terpancing kericuhan tersebut.

"Hati-hati provokasi, jangan terpancing. Tetap tenang. Sudah, sudah," ucap salah satu orator.