Kasatpol PP Makassar Berencana Bunuh Anggota Dishub Sejak 2020, Diawali Santet

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi saat konferensi pers kasus penembakan anggota Dishub Kota Makassar. Foto: Lody Aprianto/STR/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Polisi saat konferensi pers kasus penembakan anggota Dishub Kota Makassar. Foto: Lody Aprianto/STR/kumparan

Polisi menyebut Kasatpol PP Makassar, M Iqbal Asnan telah merencanakan pembunuhan terhadap Najamuddin (32), anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar, Sulawesi Selatan, sejak tahun 2020. Bahkan, M Iqbal pernah mengirimkan santet kepada korban.

"Pembunuhan ini direncanakan sejak 2020 dan baru terlaksana pada tahun 2022 ini," kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budi Haryanto saat jumpa pers, Senin (18/4).

Budi menerangkan, pembunuhan anggota Dishub Makassar itu, dipicu motif asmara. Kasatpol PP Makassar, M Iqbal selaku otak penembakan, merasa terusik.

Ia menuding korban mengganggu wanita inisial R, yang tak lain diduga teman asmara Iqbal dan juga merupakan ASN di Dishub kota Makassar.

"Motifnya asmara, cinta segitiga," ungkap dia.

Kebencian Iqbal terhadap Najamuddin, tak pernah redam. Bahkan sejak 2020, M Iqbal sudah melancarkan aksinya untuk membunuh korban.

Aksi pertamanya kala itu, dengan menyewa orang pintar (dukun) untuk mengirimkan santet kepada korban.

"Awalnya mencari dukun. Orang ini sempat mengirimkan santet dengan melemparkan sesuatu ke rumah korban, tapi tak berhasil. Korban masih hidup," kata dia.

Meski sempat gagal menghabisi nyawanya, Iqbal tak putus asa. Dia pun terus mencari cara untuk membunuh Najamuddin. Pada akhirnya, Iqbal bertemu dengan salah satu oknum polisi berinisial SU.

Iqbal kemudian menawarkan rencananya untuk menghabisi nyawa Najamuddin. Dan oknum polisi ini mengiyakan pembunuhan itu dengan upah Rp 85 juta.

"Barang bukti uang Rp85 juta bukan untuk membayar pelaku melainkan hanya ucapan terima kasih dari otak pelaku," ucap dia.

Pembunuhan terhadap Najamuddin itupun, terjadi juga. Anggota Dishub Makassar itu dibunuh dengan ditembak saat berkendara di Jalan Danau Tanjung Bunga, Maccini Sombala, Tamalate, Kota Makassar, Sulsel, pada Minggu (3/4) pagi.