Kasih Sayang untuk Kucing Tak Pandang Bulu

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seekor kucing sedang makan di Rumah Kucing Parung, Bogor, Jawa Barat.  Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Seekor kucing sedang makan di Rumah Kucing Parung, Bogor, Jawa Barat. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Namanya kumkum, seekor kucing berwarna hitam-putih ikut makan bersama dengan Mohammad Lutfi dan Dita Agusta. Kumkum merupakan salah satu penghuni Rumah Kucing Parung yang terletak di Jalan Pasir Naga, Parung Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di penampungan itu, hidup sekitar 400-an kucing berdampingan dengan pemilik rumah.

Adalah Dita Agusta, pendiri Rumah Kucing Parung yang ia dirikan sejak 2015 silam. Semua ini dilakukannya atas kecintaannya pada hewan berkaki empat itu, awalnya ia hanya memelihara 30 ekor kucing.

Dari yang awalnya memelihara 30 kucing, kini Dita bersama suami dan dibantu beberapa pekerjanya telah merawat ratusan ekor kucing. Kebanyakan mereka ditemukan telantar di jalanan.

Dita Agusta memberikan makan kepada kucing di Rumah Kucing Parung, Bogor, Jawa Barat. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Seorang pekerja menyelesaikan pekerjaannya di dapur Rumah Kucing Parung, Bogor, Jawa Barat. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Kucing-kucing di sini juga sebagian berasal dari peliharaan yang sengaja dititipkan ke Rumah Kucing Parung, karena sang pemiliknya sudah merasa tidak sanggup lagi merawat si kucing.

Seekor kucing berada di dapur Rumah Kucing Parung, Bogor, Jawa Barat. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Bagi yang membawa kucingnya ke Rumah Kucing Parung, pemilik diwawancarai terlebih dahulu dan diminta menandatangani surat pernyataan. Persyaratan lainya adalah mereka harus memberi donasi sebesar Rp 250 ribu untuk biaya sterilisasi. Sterilisasi dimaksudkan untuk menurunkan sifat agresif kucing, sehingga lebih tenang dan menghindari sifat-sifat perebutan teritorial antar pejantan.

Rumah Kucing Parung, Bogor, Jawa Barat. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Seorang pekerja akan memberikan makan kepada kucing di Rumah Kucing Parung, Bogor, Jawa Barat. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Dalam sehari, Dita menghabiskan dana sekitar Rp 1 juta untuk membeli pakan, pasir khusus, vitamin, hingga obat-obatan. Biaya tersebut dikeluarkan dari dana pribadi dan sumbangan dari para donatur yang peduli pada kucing-kucing tersebut.

"Kami menerima biaya perawatan per bulan secara sukarela, karena kemampuan orang kan beda-beda. Selain biaya, orang yang menitipkan kucing juga kadang ada yang memberikan makanan.” ujar Dita.

Dita Agusta menggendong seekor kucing di Rumah Kucing Parung, Bogor, Jawa Barat. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Dita Agusta memberikan obat kepada seekor kucing di Rumah Kucing Parung, Bogor, Jawa Barat. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Keberadaan Rumah Kucing Parung sejatinya bukanlah sekadar tempat penampungan kucing. Kucing-kucing di sini juga sering diikutkan kontes kucing dan tak jarang mendapat penghargaan.

Dita bersama Rumah Kucing Parung juga memiliki misi untuk membuka adopsi. Kucing-kucing yang telah menjalani perawatan dan telah dinyatakan sehat yang bisa diadopsi oleh masyarakat.

Sejumlah kucing bermain di Rumah Kucing Parung, Bogor, Jawa Barat. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Dua ekor kucing tertidur di atas tempat yang berada di Rumah Kucing Parung, Bogor, Jawa Barat. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Sejumlah kucing yang kini menghuni Rumah Kucing Parung, Bogor, Jawa Barat. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Seekor kucing tertidur di dekat medali penghargaan yang berada di Rumah Kucing Parung, Bogor, Jawa Barat. Foto: Nugroho Sejati/kumparan