Kasus Arcturus di DKI Batuk-Radang Paru, Warga Bergejala Diminta ke Puskesmas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Seksi Surveillance, Epidemologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta dr Ngabila Salama, MKM. Foto: Instagram/@ngabilasalama
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Seksi Surveillance, Epidemologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta dr Ngabila Salama, MKM. Foto: Instagram/@ngabilasalama

Dinkes Jakarta telah menemukan dua kasus corona Arcturus. Satu pasien mengalami gejala yang cukup parah.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr. Ngabila Salama.

"Pasien kedua Arcturus di Jakarta alami batuk kencang dan radang paru (pneumonia)," kata Ngabila kepada kumparan, Jumat (14/4).

Kasus ini berjenis kelamin perempuan dan sempat dirawat 6 hari di rumah sakit. Saat ini ia sudah sembuh.

Terkait ini, Dinkes DKI akan terus perkuat genome sequencing untuk semua kasus positif yang ditemukan di Jakarta. Dari mulai di laboratorium kesehatan Masyarakat (labkesmas) dan swasta.

"Masyarakat yang memiliki gejala COVID-19 seperti: batuk, pilek, sakit tenggorokan, hidung tersumbat dan sulit mencium bau, demam, mual dan muntah, disarankan memeriksakan ke puskesmas kecamatan terdekat di DKI Jakarta gratis," urainya.

Warga yang menggunakan masker melintasi mural yang berisi pesan waspada penyebaran virus Corona di kawasan Tebet, Jakarta. Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS

"Apa pun variannya masyarakat jangan panik, perkuat imunitas dengan pola hidup sehat dan imunisasi. Cegah sakit tetap lebih baik dengan disiplin bermasker terutama jika sedang sakit atau berdekatan dengan orang sakit," sambungnya.

"Kasus meningkat ditemukan di puskesmas (komunitas) level penularan di keluarga yang utama," imbuh Ngabila.

Selain itu, ia menekankan, layanan PCR di Puskesmas Jakarta disediakan gratis pada jam kerja. Ini berlaku bagi orang yang memiliki gejala covid (terduga) atau pun kontak erat kasus positif.

"Ini untuk warga KTP/domisili DKI Jakarta atau yang beraktivitas rutin di Jakarta baik sekolah/bekerja. Silakan datang ke puskesmas terdekat," tuturnya.

Sementara 1 kasus Arcturus lainnya merupakan pria yang pernah melakukan perjalanan ke India. Ia sudah sembuh.

"Untuk antigen dapat diperoleh gratis 24 jam di puskesmas kecamatan Jakarta," tutup Ngabila.