Kasus Balita Diduga Gagal Infus 12 Kali di Karawang: Polisi Panggil Pihak RS

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi infus anak. Foto: Guntur Ari murti/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi infus anak. Foto: Guntur Ari murti/Shutterstock

Polisi terus menyelidiki kasus balita berusia 4 tahun yang mengalami pecah pembuluh darah diduga karena gagal infus 12 kali di RS Permata Keluarga Karawang, Jawa Barat.

Saat ini kasus tersebut ditangani penyidik Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Karawang.

"Masih didalami penyidik, ya. Detailnya ke Kasihumas," ucap Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, kepada wartawan, Senin (26/5).

Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Solikhin, menambahkan pihaknya sudah memanggil dan meminta keterangan saksi dari pihak terlapor atau RS Permata Keluarga.

"Sementara baru kita panggil saksi pada Jumat (23/5) kemarin, kepala IGD dan kepala ruangan. Hari ini juga ada agenda pemanggilan lagi 3 orang untuk perawat rumah sakit," katanya.

Pemanggilan tersebut, kata dia, sebagai dasar serangkaian penyelidikan.

"Nanti pengembangannya baru kita lakukan gelar perkara," ujar Solikhin.

Anak Alami Trauma

Sebelumnya, seorang ibu bernama Indah Sari Dewi (28) didampingi kuasa hukumnya, melaporkan RS Permata Keluarga atas dugaan kelalaian dengan nomor registrasi: LP/B/531/V/2025/SPKTPOLRESKARAWANG/POLDA JAWA BARAT.

Langkah ini diambil lantaran anaknya saat ini psikisnya terganggu dan mengalami trauma.

"Karena anak aku bukan fisik aja yang kena, tapi psikisnya juga. Setiap disentuh orang dia sekarang langsung mukul, setiap lihat yang baju putih dia merem. Tadinya cerita sekarang jadi introvert," ungkapnya, Selasa (20/5).

"Kita bayar Rp 21 juta lebih, harusnya diperlakukan baiklah. Super VIP aja diberlakukan gini, apalagi BPJS deh," katanya.

Kuasa hukum korban, Dian Abadi, menjelaskan hingga saat ini pihak RS belum memberikan rekam medis dan catatan laboratorium kepada pasien. Selain itu, pihak RS juga diduga mengeluarkan keterangan palsu.

"Dari tanggal 1 (keluar RS) sampe sekarang belum dikasih rekam medis. Cuma dikasih lembar keterangan, yang isinya ada dua kali infus, satu set infus dewasa dan satu set infus anak. Padahal Ibu Dewi menyaksikan langsung, bahkan mendokumentasikan bahwa anaknya gagal infus berkali-kali," terangnya.

RS Minta Maaf

Direktur RS Permata Keluarga, dr Nancy (kanan) menyampaikan permintaan maaf kepada kepada Indah Sari Dewi, ibu dari balita empat tahun berinisial T. Foto: kumparan

Manajemen RS Permata Keluarga Karawang, Jawa Barat menyampaikan permintaan maaf atas insiden ini.

"Kami minta maaf sekali lagi atas ketidaknyamanan yang dialami anak T, Ibu Dewi serta keluarga yang pada saat perawatan dialami di rumah sakit kami," ucap Direktur RS Permata Keluarga, dr Nancy C Muliawan, Minggu (24/5).

"Kami mendoakan anak T kembali sehat dan kembali pulih seperti semula," harap dia

Terkait persoalan hukum yang kini menyeret rumah sakit, Nancy menegaskan pihaknya akan berupaya kooperatif dan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian.