Kasus Begal Bokong di Badung Bali Berakhir Damai, Korban Kasihani Anak Pelaku

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proses pemeriksaan terhadap IWCA (25) yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan di Desa Bongkasa, Kabupaten Badung.  Foto: Dok. Polres Badung
zoom-in-whitePerbesar
Proses pemeriksaan terhadap IWCA (25) yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan di Desa Bongkasa, Kabupaten Badung. Foto: Dok. Polres Badung

Kasus pelecehan seksual modus begal bokong yang dilakukan pria berinisial IWCA (25) terhadap korban berusia 31 tahun berakhir damai.

Korban memilih berdamai karena kasihan terhadap anak pelaku yang masih kecil.

“Kedua belah pihak sepakat berdamai. Pertimbangan korban melihat kondisi pelaku yang masih punya anak-anak kecil dan yang bersangkutan tulang punggung keluarga,” kata Pejabat Sementara (Ps) Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti saat dikonfirmasi, Kamis (20/8).

Saat dimintai keterangan, IWCA mengaku pernah melakukan tindakan serupa sebanyak 10 kali. Namun, hingga kini belum ada korban lain yang membuat laporan kepada polisi.

Pihak kepolisian menegaskan akan menindaklanjuti kasus tersebut apabila ada korban lain yang membuat laporan resmi.

“Belum ada korban lain yang datang melapor terkait kejadian serupa. Kalau memang korban lain juga membuat laporan resmi, tentu pasti akan diproses,” jelas Ayu.

Ditangkap Warga

Sebelumnya, IWCA ditangkap warga setelah diduga melakukan pelecehan seksual terhadap NPS di Desa Bongkasa, Kabupaten Badung, pada Senin (17/8). Peristiwa tersebut sempat terekam dalam video dan viral di media sosial.

Kejadian bermula sekitar pukul 15.00 WITA. Saat itu, IWCA sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerja di wilayah Ubud, Gianyar, menuju rumahnya di Petang, Badung.

Saat melintas di depan sebuah warung sate di wilayah Banjar Kutaraga, IWCA melihat korban yang sedang mengendarai sepeda motor.

“Saat melintas, pelaku mengaku memegang bagian pantat perempuan tersebut menggunakan tangan kiri sebanyak satu kali,” terang Ayu.

Korban kemudian berteriak hingga mengundang perhatian warga sekitar. Warga lalu mengamankan IWCA dan menghubungi Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) setempat.