Kasus Corona Meningkat Tajam, Afrika Selatan Kembali Terapkan Jam Malam

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang guru memeriksa suhu siswa sebelum masuk sekolah untuk pertama kali setelah lockdown akibat virus corona di Cape Town, Senin (8/6). Foto: Reuters/Mike Hutchings
zoom-in-whitePerbesar
Seorang guru memeriksa suhu siswa sebelum masuk sekolah untuk pertama kali setelah lockdown akibat virus corona di Cape Town, Senin (8/6). Foto: Reuters/Mike Hutchings

Pemerintah Afrika Selatan kembali memberlakukan jam malam demi menekan peningkatan kasus corona. Selain itu, Afsel juga melarang penjualan minuman beralkohol yang menimbulkan masalah kesehatan hingga membuat fasilitas kesehatan menjadi kewalahan.

Adapun dalam beberapa hari terakhir, kasus corona di Afrika Selatan bertambah rata-rata 12 ribu pasien atau sekitar 500 kasus positif setiap jam.

Dengan lonjakan tersebut, Afsel kini menjadi negara tertinggi yang memiliki kasus positif corona di bedua Afrika dengan 276.242 pasien.

Presiden Afsel, Cyril Ramaphosa, mengatakan penerapan jam malam berlaku mulai jam 21.00 hingga 04.00 mulai 13 Juli.

Ia meminta warganya mematuhi jam malam tersebut dan memperingatkan badai virus corona yang melanda "jauh lebih ganas dan lebih merusak daripada yang kita ketahui sebelumnya".

"Ketika kita menuju puncak infeksi, sangat penting bahwa kita tidak membebani klinik dan rumah sakit kita dengan sakit terkait alkohol yang bisa dihindari," kata Ramaphosa dalam pernyataannya seperti dilansir AFP pada Senin (13/7) waktu setempat.

Cyril Ramaphosa diangkat menjadi presiden Afsel Foto: Rodger Bosch/Reuters

"Karena itu kami telah memutuskan bahwa untuk menjaga kapasitas rumah sakit, penjualan, pengeluaran, dan distribusi alkohol akan ditangguhkan dengan segera," kata Ramaphosa.

Adapun larangan minuman keras pertama di Afsel yang diterapkan pada Maret sebelumnya dicabut 1 Juni. Tetapi Ramaphosa kembali menerapkannya pada 12 Juli.

"Sekarang ada bukti yang jelas bahwa dimulainya kembali penjualan alkohol telah mengakibatkan tekanan besar pada rumah sakit, termasuk trauma dan unit ICU, karena kecelakaan kendaraan bermotor, kekerasan serta trauma yang terjadi," ucapnya.

Ramaphosa juga melarang kunjungan keluarga dan acara sosial lantaran meningkatkan potensi penularan corona. Di luar jam malam, warga di Afsel bisa beraktifitas seperti biasa asalkan memakai masker yang kini menjadi kewajiban.

***

embed from external kumparan