Kasus Corona RI 13 November Tembus 5.444 Orang, Apa Kata Satgas?

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota komunitas Aku Badut Indonesia (ABI) membawa poster saat menggelar kampanye pencegahan COVID-19 di persimpangan Pasar Rebo, Jakarta, Sabtu (18/4). Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
zoom-in-whitePerbesar
Anggota komunitas Aku Badut Indonesia (ABI) membawa poster saat menggelar kampanye pencegahan COVID-19 di persimpangan Pasar Rebo, Jakarta, Sabtu (18/4). Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

Kasus harian positif COVID-19 di Indonesia hari ini mencapai rekor tertingginya. Hari ini, Jumat (13/11), pemerintah mengumumkan tambahan 5.444 kasus corona baru, dan menjadi penambahan tertinggi setelah 8 bulan pandemi.

Juru bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, menjelaskan penambahan harian hari ini yang melonjaknya disebabkan oleh berbagai macam faktor.

"Kenaikan kasus bisa terjadi karena meningkatnya laju infeksi maupun kenaikan jumlah testing," ucap Wiku kepada wartawan, Jumat (13/11).

Wiku menyebut jika lonjakan kasus corona hari ini dikarenakan aksi demonstrasi dan libur panjang pada Oktober kemarin, maka kejadian ini jadi evaluasi bersama pemerintah. Khususnya untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan kasus dalam beberapa hari ke depan.

Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito Foto: Dok. BNPB

"Jika memang angka ini disebabkan oleh laju infeksi baik karena beberapa momentum seperti terjadinya demonstrasi maupun libur panjang, maka hal ini perlu dijadikan bahan evaluasi bagi pemerintah untuk meningkatkan upaya antisipasi kenaikan kasus ke depannya," tutur Wiku.

"Dan untuk masyarakat agar lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap imbas aktivitas yang dilakukan, khususnya yang berisiko meningkatkan peluang penularan, dengan meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan," lanjutnya.

Akan tetapi, jika lonjakan jadi menembus lebih dari 5.000 kasus dikarenakan meningkatkan jumlah testing di sejumlah daerah, Wiku pun mengapresiasi langkah tersebut.

Warga menjalani tes usap (swab test) di Kecamatan Rappocini. Foto: ANTARA FOTO/Arnas Padda

Sebab, peningkatan testing menunjukkan kemampuan daerah sudah semakin baik untuk mendeteksi orang-orang yang berkontak erat dengan kasus terkonfirmasi COVID-19. Sehingga, penanganan lebih dini dapat dilakukan dan dapat menekan kematian pasien corona.

"Maka saya hendak mengucapkan apresiasi terhadap upaya heroik pemerintah daerah untuk terbuka akan tingginya kasus. Yang pada akhirnya dapat menyelamatkan banyak jiwa, karena testing bernilai deteksi dini, yang dapat meningkatkan angka kesembuhan dan otomatis menurunkan angka kematian," tutup Wiku.

Bertambahnya 5.444 kasus corona di Indonesia hari ini menjadi rekor penambahan terbanyak. Dengan tambahan ini, maka kini total kasus positif COVID-19 berjumlah 457.735 orang. 385.094 pasien di antaranya sudah dinyatakan sembuh, dan angka kematian mencapai 15.037 jiwa.

kumparan post embed
embed from external kumparan
embed from external kumparan