Kasus COVID-19 dan Rawat Inap Australia Meroket, Kematian Hanya 1 Persen
·waktu baca 2 menit

Varian Omicron mengamuk di Australia. Kasus harian COVID-19 serta jumlah pasien rawat inap meningkat signifikan. Bahkan, total kasus di Australia kini hampir mencapai 1,4 juta infeksi.
Dikutip dari Reuters, pada Kamis (13/1), Pemerintah Australia melaporkan 147.000 kasus baru. Angka ini merupakan yang tertinggi sepanjang pandemi COVID-19 di Negeri Kanguru.
Sebanyak 92.000 kasus berlokasi di Negara Bagian New South Wales, rumah dari Kota Sydney. Angka itu juga meliputi hasil positif dari tes mandiri yang dilakukan di rumah.
Di hari yang sama, 53 kematian akibat COVID-19 juga dilaporkan. NSW mencatat 22 pasien COVID-19 meninggal dunia.
Selain itu, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit dan ICU mencapai angka tertinggi sepanjang pandemi di Australia. Dalam data resmi Pemerintah Australia, kasus aktif mencapai 696.699 orang.
Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit adalah 4.010 orang, dengan 350 orang dirawat di ICU dan 109 membutuhkan alat bantu pernapasan.
Meski begitu, Pemerintah mengatakan, sistem kesehatan Australia mampu menangani lonjakan pasien tersebut.
Tingkat kematian akibat COVID-19 pada gelombang Omicron ini juga lebih rendah dibandingkan saat gelombang Delta, yaitu pada Juni–Oktober lalu.
Menurut data oleh Worldometers.info, pada gelombang Delta, tingkat kematian kasus (case fatality rate) pada gelombang Delta berkisar 1,4% hingga 3%.
Sedangkan saat gelombang Omicron, yakni Desember–Januari, angkanya berada di kisaran 0,53% hingga 1%.
Rendahnya angka kematian ini bersamaan dengan tingginya cakupan vaksinasi. Saat ini, 92% dari total warga usia 16 tahun ke atas sudah divaksinasi dosis lengkap. Program booster juga tengah berjalan.
Di tengah tekanan pada rantai pasok Australia akibat lonjakan kasus, Pemerintah Negara Bagian Victoria mencabut aturan karantina kontak erat untuk karyawan di berbagai sektor. Mulai dari sektor pendidikan, layanan darurat, hingga transportasi.
Jadi, jika mereka merupakan kasus kontak erat tetapi tidak bergejala COVID-19, mereka bisa tetap kerja.
“Tidak ada cara mudah untuk menyelesaikan masalah ini. Ini adalah perubahan yang masuk akal. Kebijakan ini akan membantu, tetapi bukan segalanya. Tidak ada solusi yang sederhana untuk ini,” ujar Menteri Utama Victoria, Daniel Andrews, ketika mengumumkan pencabutan karantina kontak erat itu, Kamis (13/1).
Sementara, Negara Bagian Queensland mulai membuka perbatasan domestiknya pada Kamis ini, untuk pertama kalinya dalam dua tahun pandemi.
Total kasus COVID-19 di Australia mencapai 1.395.181 infeksi dan 2.518 kematian.
