Kasus COVID-19 di DIY Naik, Varian XBB Jadi Pemicu?

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas melakukan tes swab kepada siswa di SDN Gunung 05 Mexico. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas melakukan tes swab kepada siswa di SDN Gunung 05 Mexico. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Kasus COVID-19 di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkat beberapa hari ini. Selama Kamis (3/11) dan Rabu (2/11) penambahan kasus harian selalu di atas 100. Saat ini kasus COVID-19 aktif di provinsi tersebut mencapai 1.207 kasus.

Apakah kenaikan kasus ini karena XBB, subvarian/turunan dari varian Omicron?

"Kalau varian baru, DIY belum bisa matur (belum bisa bilang) karena baru akan melakukan genome sequencing jadi untuk melihat variannya apa itu di seminggu ke depan. Itu paling cepat seminggu ke depan," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIY Setyarini Hestu Lestari usai mengikuti rapat daring dengan Menkes di Kepatihan Pemda DIY, Jumat (4/11).

Untuk melakukan genome sequencing itu perlu mengumpulkan beberapa sampel karena memang reagennya cukup mahal.

"Dikumpulkan dulu baru kita lakukan sequencing-nya. Nah, kita tunggu apakah varian baru itu sudah ada di Jogja, ya kita tunggu," kata Setyarini.

Dia menjelaskan bahwa peningkatan kasus di DIY ini karena masyarakat sukarela untuk memeriksakan statusnya tempat-tempat tes.

"Banyak diketahui karena periksa mandiri," katanya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIY, Setyarini Hestu Lestari. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Setyarini menjelaskan bahwa saat ini Pemda DIY telah menerima 1.950 vial ditambah 598 vial vaksin COVID-19. Untuk itu dia meminta masyarakat agar segera booster.

Menurutnya juga perlu ada aturan yang membuat masyarakat lebih peduli untuk melakukan booster.

"Sebetulnya harusnya ada ya, kalau tadi Pak Menteri bilang yang perjalanan harus sudah di-booster itu, kan, menjadi pengikat," katanya.