Kasus COVID-19 di Jakarta Didominasi Usia 19 sampai 30 Tahun

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan perkembangan dari penanganan COVID-19. Anies menyebut kasus COVID-19 di Jakarta paling banyak didominasi usia 19 sampai 30 tahun.
"Yang paling banyak sampai 3 Februari penduduk usia 19 sampai 30 tahun. Lalu makin tinggi usianya makin kecil jumlah kasus. Nah di sisi lain klaster terbesar adalah klaster keluarga 41 persen," kata Anies, Senin (8/2).
Sejauh ini, tercatat jumlah kasus aktif COVID-19 di DKI Jakarta mencapai 23.869 pasien. Sedangkan pasien meninggal dunia 4.587 orang.
"Nah kalau lihat tingkat kematiannya, maka yang tinggi adalah yang tua. Yang muda kematiannya rendah. Jadi kira-kira begini kalau narasi, yang muda interaksi di luar bawa COVID kemudian tularkan ke yang tua, yang paling menderita yang tua," ucap Anies.
Oleh sebab itu Anies kembali meminta kepada para muda-mudi di DKI untuk menahan diri tidak bepergian jika tidak mempunyai kebutuhan mendesak. Sebab mereka berpotensi menjadi carrier dan menularkan ke kelompok tua.
"Yang muda paling engga kuat di rumah. Jadi yang muda bawa COVID ke rumah, yang tua terpapar harus ke ICU yang muda isolasi mandiri," kata Anies.
"Jadi meminimalkan berpergian kecuali mendesak. Kalau pergi pastikan cuci tangan jangan salam jangan peluk orang tua," tutur dia.
