Kasus COVID-19 Menurun, Hong Kong Buka Kembali Pantai dan Kolam Renang

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Orang-orang menikmati cuaca panas di pantai dekat bangunan tempat tinggal di Hong Kong, Cina 22 November 2020. Foto: Lam Yik/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Orang-orang menikmati cuaca panas di pantai dekat bangunan tempat tinggal di Hong Kong, Cina 22 November 2020. Foto: Lam Yik/REUTERS

Tren kasus COVID-19 di Hong Kong mulai menurun. Karenanya, Otoritas Hong Kong memutuskan untuk melonggarkan beberapa pembatasan yang diberlakukan selama pandemi corona.

Dilansir Reuters, pelonggaran yang dilakukan adalah dengan membuka kembali destinasi wisata seperti pantai dan kolam renang publik. Selain itu, masa karantina bagi turis mancanegara diperpendek, dari semula 21 hari menjadi hanya 14 hari.

Menteri Pangan dan Kesehatan Hong Kong, Sophia Chan, menyebut bahwa infeksi corona lokal sudah menurun cukup signifikan, sehingga memberikan ruang untuk melakukan pelonggaran. Meski begitu, tetap diberlakukan pertimbangan yang matang.

"Kami ingin tetap menahan epidemi ini dan tidak membatalkan hasil memuaskan dari seluruh upaya yang telah kami lakukan selama ini. Kita harus terus melakukan tindakan dengan pertimbangan ketat," kata Chan, dikutip dari Reuters.

Seorang anak mengenakan masker saat beraktivitas di pantai Hong Kong, Minggu (3/5/2020). Foto: REUTERS/Tyrone Siu

Pantai dan kolam renang akan mulai dibuka pada 1 April 2021. Kapasitas maksimum pengunjung bioskop dan taman hiburan dilonggarkan menjadi 50 persen. Sementara, acara keagamaan dapat dihadiri maksimal 30 persen kapasitas pengunjung.

Meski ada pelonggaran, beberapa tempat hiburan seperti bar, tempat karaoke, dan rumah pemandian tetap ditutup.

Chan menjelaskan jangka waktu karantina untuk turis dari negara dengan risiko COVID-19 rendah ke menengah, seperti Australia, Singapura, dan Selandia Baru akan dikurangi menjadi 14 hari.

Namun, untuk turis dari negara berisiko tinggi seperti Brasil, Afrika Selatan, Irlandia, dan Inggris Raya tetap harus dikarantina selama 21 hari dari tanggal kedatangan.

Dalam dua hari terakhir, Hong Kong melaporkan tidak adanya kasus transmisi lokal baru. Hal ini terjadi usai ribuan warganya menjalani karantina akibat adanya lonjakan kasus yang signifikan di awal Maret.